Sunset Anxiety: Mengapa Sore Hari Justru Bikin Cemas Usai Bekerja?

Sabtu, 13 Juni 2026 | 19:30:31 WIB
Ilustrasi - Menghirup udara segar di sore hari. (Foto: NET)

JAKARTA – Matahari mungkin terbenam lebih lambat, tetapi itu tidak berarti seseorang siap untuk bersantai menikmati malam. Saat jam kerja perlahan berakhir, seseorang mungkin merasa pencapaian hari ini masih kurang atau justru kelewat cemas memikirkan daftar tugas esok hari. 

Perasaan gelisah di penghujung hari ini memiliki istilah unik, yaitu sunset anxiety. Walaupun kondisi tersebut bukan sebuah diagnosis medis resmi, rasa cemasnya bisa merusak suasana malam dan membuat pikiran terasa berat.

Bagi sebagian pekerja, akhir hari kerja bisa membawa kelegaan, namun bagi yang lain, momen ini justru memicu kecemasan. Ternyata, ada alasan di balik ketakutan yang muncul menjelang malam ini.

"Sepanjang hari kamu sibuk dengan rapat, tugas, dan gangguan lain yang membuat pikiranmu sibuk," jelas Neuropsikolog dan pendiri Comprehend the Mind, Sanam Hafeez, PsyD. 

"Namun saat semuanya melambat, otakmu punya waktu untuk memproses semua hal yang sebelumnya dikesampingkan," lanjut dia.

Pikiran tentang draf surel yang lupa dikirim atau laporan yang belum disentuh bisa muncul seketika. Di samping itu, faktor biologis juga turut memicu sunset anxiety

"Saat sinar matahari memudar, kadar kortisolmu berubah, dan tubuh mulai rileks, tetapi pikiranmu belum menyadarinya. Ketidaksesuaian itu menciptakan perasaan gelisah dan tidak nyaman yang tidak bisa dijelaskan oleh banyak orang," jelas Hafeez.

Alasan lain yang membuat sore hari memicu kepanikan adalah hilangnya ritme dan struktur. Sepanjang hari, selalu ada tujuan yang jelas seperti rapat atau menyelesaikan dokumen. 

"Sekarang semuanya sudah berakhir, dan malam yang terbuka serta tanpa jadwal itu bisa terasa lebih menegangkan daripada hari kerja itu sendiri," lanjut dia.

Untuk mengatasi hal tersebut, terdapat beberapa langkah yang bisa dilakukan:

Tulis tugas yang belum selesai Terkadang, sangat sulit untuk berhenti memikirkan beban kerja esok hari. Memindahkan pikiran yang ruwet ke atas secarik kertas atau gawai bisa membebaskan ruang di kepala. 

"Otakmu menahan hal-hal yang belum selesai. Pada dasarnya, otak berusaha memastikan kamu tidak melupakannya, dan tidak akan melepaskannya sampai ia tahu hal itu sudah dicatat di suatu tempat," ucap Hafeez. 

Mencatat tugas secara nyata akan memberikan izin pada otak untuk berhenti mengirimkan pengingat dalam bentuk rasa gelisah.

Ciptakan rutinitas penghujung hari Menandai akhir hari dengan ritual khusus bisa meredakan ketegangan. Ini adalah langkah untuk menarik garis jelas antara mode kerja dan sisa hari. Tanpa garis tersebut, Hafeez menuturkan bahwa keduanya akan menyatu, dan otak tidak pernah benar-benar mati. 

Ritual ini tidak perlu rumit, cukup pilih aktivitas yang memberi sinyal bahwa jam kerja telah tuntas, seperti menutup laptop, mengganti baju kerja dengan kaus yang nyaman, menyeduh teh hangat, atau sekadar berjalan kaki sebentar untuk memisahkan diri dari ruang kerja.

Menghirup udara segar di sore hari Saat bergegas mematikan komputer, pikiran sering kali beralih pada urusan rumah tangga. Sebelum tenggelam dalam kesibukan tersebut, usahakanlah keluar rumah sejenak. 

"Udara segar dan cahaya alami di sore hari memberikan lebih banyak manfaat untuk suasana hatimu daripada yang disadari kebanyakan orang. Bahkan berjalan kaki 10 menit di sekitar perumahan pun bisa memberikan perubahan," tutur Hafeez. 

Sinar matahari sore sangat membantu mengatur hormon tidur. 

"Dan ada sesuatu tentang berada di luar ruangan dengan tubuh yang bergerak yang secara diam-diam mengatur ulang dirimu, dengan cara yang tidak akan pernah bisa dilakukan hanya dengan duduk di sofa," tambahnya.

Rencanakan hal yang menyenangkan Di luar urusan pekerjaan yang menguras pikiran, seseorang wajib meluangkan waktu untuk melakukan aktivitas yang dinikmati. 

Memiliki sesuatu yang dinanti-nanti bisa menaikkan suasana hati dengan cepat. Misalnya, bersantai menonton serial televisi favorit atau menelepon sahabat untuk bertukar kabar.

Sulitnya menikmati waktu istirahat akan berdampak buruk pada kualitas tidur dan energi. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa orang yang memiliki kecemasan jauh lebih rentan mengalami gejala panik seiring datangnya malam. 

Jika sunset anxiety sudah menjadi kondisi rutin yang menyiksa, pertimbangkan untuk berbicara dengan terapis profesional.

Terkini