5 Aturan Busana Pria untuk Kirab 1 Suro 2026 di Mangkunegaran

Senin, 15 Juni 2026 | 04:09:36 WIB
Busana Pria Saat Kirab 1 Suro 2026. (Foto: NET)

JAKARTA – Kirab 1 Suro di Pura Mangkunegaran, Surakarta, bukan sekadar agenda budaya yang dinantikan publik, melainkan momen sakral penuh nilai tradisi serta penghormatan pada warisan leluhur. 

Oleh sebab itu, seluruh peserta dan tamu undangan diminta memperhatikan aturan berpakaian yang tepat pada Selasa (16/6/2026). Bagi kaum pria, ada pedoman khusus mengenai ageman kakung agar serasi dengan suasana prosesi yang khidmat.

Berikut poin-poin busana pria yang harus diperhatikan dalam Kirab 1 Suro 2026 di Mangkunegaran:

Mengenakan blangkon gaya Mangkunegaran. Aturan utama ada pada penutup kepala. Peserta pria wajib memakai blangkon gaya Mangkunegaran dengan ciri khas simpul pita di belakang dan sisi kanan ditekuk. 

Selain itu, blangkon dilarang menggunakan hiasan prada atau bros. Bagi Abdi Dalem serta masyarakat, kuncung depan blangkon tidak diperbolehkan ditekuk.

Menggunakan beskap hitam polos. Pakaian utama yang dipakai adalah beskap krowok gaya Mangkunegaran berwarna hitam dengan kancing hitam polos. 

Panitia melarang penggunaan beskap beludru maupun yang memiliki bordir dan kancing emas. Ketentuan ini dibuat untuk menjaga keseragaman serta kesederhanaan penampilan selama prosesi.

Membawa keris dengan tata cara tertentu. Sebagai pelengkap busana adat Jawa, peserta pria mengenakan keris berwarangka gayaman. Keris tersebut harus diselipkan di bagian belakang tubuh sesuai tata cara berpakaian adat yang berlaku dalam tradisi Mangkunegaran.

Memakai epek timang sederhana. Aksesori berikutnya adalah epek timang atau ikat pinggang tradisional. Peserta disarankan menggunakan epek timang polos berwarna gelap dengan kepala ikat pinggang (timang) dan pengunci (leret) yang sederhana serta tidak berkilauan. 

Penggunaan aksesori mencolok harus dihindari agar tetap selaras dengan nuansa kirab yang khidmat.

Mengenakan jarik dan alas kaki sesuai ketentuan. Untuk bawahan, peserta wajib memakai jarik wiru warna sogan bermotif Surakarta gaya Mangkunegaran. 

Panitia melarang penggunaan batik motif Parang dan Lereng. Jarik harus dilengkapi sabuk bermotif dringin. Sementara alas kaki harus berwarna hitam, tidak berbahan beludru, dan tidak bermotif emas. 

Menariknya, seluruh peserta wajib melepas alas kaki saat kirab sebagai bentuk penghormatan terhadap prosesi.

Kirab 1 Suro di Pura Mangkunegaran selama ini dikenal sebagai tradisi budaya Jawa yang sarat nilai spiritual. Maka dari itu, kepatuhan terhadap tata busana bukan hanya masalah penampilan, tetapi bentuk penghormatan terhadap adat, tradisi, dan makna sakral pergantian tahun Jawa.

Terkini