Rupiah Melemah, Maximus Insurance Antisipasi Kenaikan Rasio Klaim

Kamis, 18 Juni 2026 | 00:01:31 WIB
PT Asuransi Maximus Graha Persada Tbk (ASMI). (Foto: NET)

JAKARTA. PT Asuransi Maximus Graha Persada Tbk (ASMI) mengemukakan bahwa fluktuasi nilai tukar rupiah berisiko memengaruhi keparahan klaim pada sektor properti, kendaraan bermotor, serta kargo laut. 

Lianny, Direktur Teknik Maximus Insurance, juga menyoroti potensi kenaikan kredit macet di sektor riil yang dapat berdampak pada frekuensi klaim di lini kredit dan penjaminan.

"Ditambah, adanya tekanan kompetisi harga premi yang agresif di pasar, serta konsentrasi portofolio pada segmen tertentu yang rentan terhadap perlambatan ekonomi," ujarnya, Kamis (18/6/2026). 

Ia menambahkan bahwa faktor-faktor tersebut kini masuk dalam pemantauan risiko berkelanjutan oleh tim underwriting dan klaim perusahaan.

Dalam upaya menekan rasio klaim, Maximus Insurance menyiapkan sejumlah strategi mitigasi. Langkah tersebut meliputi penguatan disiplin underwriting dan kriteria penerimaan risiko, penyesuaian harga premi agar sesuai profil risiko, optimalisasi proses pemulihan klaim, serta pemanfaatan dukungan reasuransi untuk klaim besar.

"Dilakukan juga peningkatan koordinasi dengan lembaga keuangan dan pembiayaan dalam memantau kualitas portofolio kredit yang dijamin," ucapnya. 

Strategi ini diklaim sejalan dengan komitmen perusahaan untuk menjaga kualitas pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan daripada hanya mengejar volume premi.

Berdasarkan laporan keuangan resmi, rasio klaim Maximus Insurance berada di angka 15,47% per Mei 2026, meningkat dibandingkan 7,47% pada periode yang sama tahun lalu. 

Menurut Lianny, pelemahan daya beli sejak awal tahun turut menjadi tantangan. Meski dampaknya tidak langsung dan linier, perlambatan pertumbuhan premi membuat basis perhitungan rasio klaim menyusut.

"Dengan demikian, rasio klaim secara persentase dapat terlihat lebih tinggi, meski nominal klaim relatif stabil," tuturnya.

Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah turut mendongkrak biaya klaim pada lini bisnis dengan komponen impor tinggi, seperti suku cadang kendaraan, bahan konstruksi, dan barang dalam pertanggungan kargo laut. 

Perusahaan berkomitmen untuk terus memantau dampak berbagai faktor ekonomi tersebut terhadap rasio klaim secara berkala. Sebagai catatan, data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menunjukkan rasio klaim industri asuransi umum mencapai 41,5% per Maret 2026, naik dari 36% di periode Maret 2025.

Terkini