JAKARTA - SUV premium berdimensi bongsor, Denza N9, kedapatan sedang menjalani rangkaian uji coba di Australia dengan konfigurasi setir kanan (right-hand drive/RHD).
Berdasarkan laporan Drive pada Kamis waktu setempat, N9 merupakan kendaraan SUV tiga baris dengan kapasitas enam kursi yang disasar untuk bersaing dengan model kelas atas seperti BMW X7 dan Mercedes-Benz GLS.
Kendaraan ini mengusung struktur monokok yang lebih menitikberatkan pada kenyamanan serta performa saat melaju di jalan raya.
Unit prototipe yang terpantau di sekitar kantor pusat Denza di Sydney tersebut tampak memakai pelat nomor dari negara bagian Victoria.
Adanya setir kanan menjadi indikasi kuat bahwa model ini tengah dipersiapkan untuk merambah pasar dengan aturan lalu lintas serupa, termasuk Australia.
Australia sendiri ditengarai menjadi salah satu negara ekspor utama Denza sekaligus pusat pengujian untuk memperluas jangkauan merek tersebut ke kawasan Eropa, Asia, hingga Amerika Selatan.
Sampai saat ini, pihak Denza belum memberikan keterangan resmi mengenai rencana peluncuran N9 di Australia. Di negara asalnya, Tiongkok, Denza N9 dibanderol antara 409.800 yuan (Rp1 miliar) hingga 469.800 yuan (Rp1,2 miliar).
Apabila dipasarkan di Australia, N9 diprediksi dijual di atas 100.000 dolar Australia (Rp1,2 miliar) sebelum pajak jalan raya, angka yang masih jauh lebih terjangkau dibandingkan Mercedes-Benz GLS450d yang mencapai 189.990 dolar Australia (Rp2,3 miliar).
Denza N9 mengadopsi mesin bensin 2.0 liter turbo empat silinder dengan tenaga 152 kW dan torsi 325 Nm. Dapur pacu tersebut dikawinkan dengan tiga unit motor listrik, yakni satu motor 200 kW/315 Nm pada bagian depan serta dua motor 240 kW/360 Nm di belakang.
Kolaborasi sistem ini menyemburkan tenaga gabungan mencapai 680 kW dengan torsi 1.035 Nm.
Berbekal spesifikasi tersebut, N9 diklaim mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 km/jam hanya dalam durasi 3,7 detik. Catatan waktu ini bahkan lebih unggul dari varian performa tinggi Mercedes-AMG GLS yang membutuhkan waktu 4,2 detik.
Sebagai mobil plug-in hybrid (PHEV), Denza N9 menyematkan baterai berkapasitas besar, bahkan melebihi kapasitas baterai varian penggerak roda belakang Tesla Model Y (62,5 kWh).
Mengacu pada pengujian standar CLTC di Tiongkok, Denza N9 sanggup menempuh jarak hingga 420 kilometer dalam mode listrik penuh.
Jika dikonversi ke standar WLTP yang lebih ketat, jangkauannya diprediksi berada di kisaran 300 kilometer, yang tetap menjadi jarak tempuh terjauh untuk kategori kendaraan plug-in hybrid di Australia.
Dalam mode hybrid, Denza mengeklaim N9 memiliki jangkauan total hingga 1.520 kilometer berdasarkan standar CLTC. Sementara itu, tingkat konsumsi bahan bakar saat baterai dalam kondisi kosong berada di angka 5,9 liter per 100 kilometer.