Dukung Damai AS-Iran, MPR RI Harap Fokus Dunia Kembali ke Gaza

Jumat, 19 Juni 2026 | 17:57:31 WIB
Wakil Ketua MPR RI M. Hidayat Nur Wahid. (Foto: NET)

JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI M. Hidayat Nur Wahid memberikan dukungan atas tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran serta mendesak semua pihak terkait untuk melaksanakan komitmen tersebut secara konsisten.

Langkah ini dipandang krusial guna menghindari krisis global dan mengalihkan kembali perhatian dunia untuk segera mengakhiri tragedi kemanusiaan yang terjadi di Gaza.

Dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat, Hidayat Nur Wahid menegaskan bahwa inisiatif perdamaian yang dimediasi oleh Pakistan, Qatar, dan Arab Saudi patut dihargai karena membuka jalan bagi meredanya ketegangan kawasan yang dapat berdampak pada stabilitas politik dan ekonomi dunia.

"Kami tentu berterima kasih dan mengapresiasi tinggi prakarsa Pakistan, Qatar dan Arab Saudi yang efektif bergerak sehingga naskah perdamaian bisa disetujui dan ditandatangani," katanya.

Menurut dia, penerapan kesepakatan itu harus menjadi tanggung jawab bersama agar implementasinya tidak sekadar berhenti pada tahap penandatanganan.

Ia berharap seluruh pihak bersikap aktif dalam mengawal pelaksanaan perjanjian sesuai dengan tahapan yang telah disepakati.

Hidayat menjelaskan bahwa konsistensi para pihak dalam menjaga perdamaian sangat diperlukan demi menyelamatkan dunia dari ancaman krisis yang berkepanjangan, termasuk dampak ekonomi akibat terganggunya jalur distribusi energi internasional.

"Dengan dibukanya kembali Selat Hormuz, penting juga bisa segera menurunkan harga minyak dunia yang sangat membebani banyak negara, termasuk Indonesia," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran seharusnya menjadi momentum untuk mengembalikan fokus internasional pada penyelesaian konflik di Gaza dan Palestina.

"Memang Gaza/Palestina tidak disebut dalam perjanjian tersebut, tetapi penting diingatkan, dengan berhentinya perang AS versus Iran itu maka perjanjian damai yang hentikan tragedi di Gaza/Palestina penting segera bisa diwujudkan juga," katanya.

Menurut Hidayat, usaha mewujudkan perdamaian yang menyeluruh di kawasan harus mencakup perlindungan terhadap warga sipil, penegakan hukum internasional, dan dukungan terhadap penyelesaian konflik yang adil serta berkelanjutan.

Ia pun mendorong agar Indonesia terus menjalankan peran diplomatiknya sesuai amanat konstitusi dalam mendukung perdamaian dunia.

"Pemerintah Indonesia juga bisa terus memainkan peran penting politik luar negerinya untuk terciptanya perdamaian dunia dan merdekanya Palestina, di samping tetap fokus mengatasi masalah-masalah domestik di Indonesia," ujarnya.

Hidayat berharap kesepakatan damai tersebut dapat benar-benar diwujudkan sehingga berkontribusi nyata bagi stabilitas kawasan, pemulihan ekonomi global, serta terciptanya perdamaian yang lebih luas.

Terkini