MSC, BRIN, dan AP2HI Kolaborasi Perkuat Data Tuna Cakalang Indonesia

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:42:01 WIB
Marine Stewardship Council (MSC). (Foto: NET)

JAKARTA – Organisasi nirlaba global Marine Stewardship Council (MSC) memberikan dukungan bagi penguatan data tuna di Indonesia lewat riset kolaboratif dengan BRIN serta AP2HI demi mendukung tata kelola tuna cakalang yang berkelanjutan.

Direktur Program MSC Indonesia, Hirmen Syofyanto, dalam keterangannya yang diterima di Bogor, Jawa Barat, Sabtu, mengungkapkan bahwa pengelolaan perikanan yang efektif menuntut ketersediaan data yang solid, kerja sama multipihak, serta dedikasi jangka panjang dari setiap pemangku kepentingan.

Dukungan tersebut diimplementasikan melalui proyek penelitian bertajuk Improving the Reliability of Operational Catch and Effort Data to Support Harvest Strategy of Skipjack Tuna in Indonesia Archipelagic Waters yang diresmikan di Harris Hotel, Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (18/6/2026).

"Pengelolaan yang efektif membutuhkan data yang kuat, kolaborasi multipihak, dan komitmen jangka panjang dari seluruh pemangku kepentingan," ujar Hirmen.

Menurutnya, proyek ini diharapkan mampu menyediakan data serta pembelajaran yang dapat menunjang proses pengambilan keputusan terkait pengelolaan tuna cakalang di tanah air. 

Riset ini menitikberatkan pada peningkatan reliabilitas data tangkapan dan upaya penangkapan lewat penguatan sistem pemantauan operasional, pemanfaatan e-logbook, penempatan enumerator di kapal, serta pengembangan indeks kelimpahan stok.

CEO Asosiasi Perikanan Pole & Line dan Handline Indonesia (AP2HI), Janti Djuari, menyebut bahwa penguatan kualitas data operasional menjadi kunci utama agar penilaian stok tuna cakalang dapat berlangsung lebih akurat.

"Dengan data yang akurat, kebijakan Harvest Strategy yang diambil akan jauh lebih efektif, objektif, dan mampu melindungi mata pencaharian nelayan sekaligus menjaga kelestarian ekosistem laut," jelasnya.

Kepala Pusat Riset Sistem Biota Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan BRIN, Decky Darmawan, menyatakan bahwa kolaborasi ini merefleksikan komitmen riset yang berlandaskan kebutuhan masyarakat maupun industri. 

Ia menambahkan, sektor perikanan tuna memiliki peran vital bagi perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat pesisir, sehingga memerlukan dukungan data serta riset yang komprehensif.

Indonesia sendiri merupakan salah satu produsen tuna terbesar di dunia. Oleh karena itu, peningkatan kualitas data perikanan dipandang krusial guna mendukung strategi pengelolaan tuna cakalang yang berkelanjutan. 

Lewat Ocean Stewardship Fund (OSF), sejak 2020 MSC telah menyalurkan dana sekitar 540 ribu poundsterling di Indonesia untuk mendukung pengembangan perikanan berkelanjutan serta peningkatan kapasitas sektor kelautan.

Terkini