InJourney Airports Percantik Empat Bandara Utama di Indonesia

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:53:32 WIB
Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R. Pahlevi. (Foto: NET)

JAKARTA – PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports tengah giat memperbarui citra berbagai bandara di Tanah Air. Sepanjang tahun ini, fokus pengembangan diarahkan pada empat bandara utama, yaitu Bandara I Gusti Ngurah Rai (Bali), Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang), Bandara Minangkabau (Padang), dan Bandara Depati Amir (Pangkalpinang).

Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R. Pahlevi, menjelaskan bahwa pengembangan ini bertujuan menghadirkan infrastruktur serta fasilitas yang mengutamakan pengalaman pengguna. 

Langkah ini selaras dengan data BPS yang menempatkan Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara I Gusti Ngurah Rai sebagai bandara tersibuk, dengan total keberangkatan masing-masing mencapai 1,26 juta dan 301.620 penumpang per April 2026.

”Esensi dari transformasi adalah terus bergerak dan berubah untuk lebih baik. Transformasi InJourney Airports tidak pernah berhenti, melainkan terus dilakukan berkelanjutan untuk peningkatan standar pelayanan kepada pengunjung bandara dan penumpang pesawat,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (19/6/2026). 

Pengembangan ini ditargetkan menjadi acuan standar pelayanan bagi bandara lain di Indonesia.

Di Bandara I Gusti Ngurah Rai, kapasitas ditingkatkan menjadi 32 juta penumpang per tahun melalui optimalisasi pier keberangkatan internasional, pembangunan jembatan antarterminal, serta revitalisasi fasilitas pendukung. 

Di Bandara Soekarno-Hatta, program meliputi beautifikasi Terminal 3 dan revitalisasi Terminal 1A. Terminal 1A akan memiliki kapasitas 10 juta penumpang per tahun, dilengkapi 36 konter check-in, serta penambahan conveyor belt bagasi dan perluasan area komersial.

”Setelah revitalisasi, Terminal 1A hadir dengan wajah baru, standar pelayanan yang jauh lebih baik didukung fasilitas lebih lengkap dan modern untuk seamless journey experience,” tegasnya.

Selain meningkatkan pengalaman pengguna, pengembangan bandara juga ditujukan sebagai etalase budaya lokal, seperti yang diterapkan di Bandara Internasional Minangkabau. 

General Manager Bandara Internasional Minangkabau, Dony Subardono, menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen memberikan pengalaman perjalanan terbaik.

”Kami ingin Bandara Internasional Minangkabau tidak hanya tempat naik dan turun dari pesawat saja, tetapi juga menjadi etalase budaya yang ramah, modern, dan membanggakan bagi masyarakat Sumatra Barat,” tuturnya, Jumat (19/6/2026).

Transformasi di bandara tersebut mencakup perpaduan arsitektur modern dengan motif tradisional, tampilan kebudayaan lokal, serta peningkatan fasilitas kenyamanan. 

Proyek ini ditargetkan meningkatkan kapasitas bandara menjadi 5,7 juta penumpang per tahun. Seiring dengan peningkatan fisik, pihak manajemen juga berupaya mendongkrak trafik penerbangan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan transportasi guna menggarap potensi pariwisata dan pendidikan di Sumatra Barat.

Terkini