Respon BEI Terhadap Hasil Review MSCI Terbaru 2026

Sabtu, 20 Juni 2026 | 19:52:31 WIB
Bursa Efek Indonesia (BEI). (Foto: NET)

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) menanggapi pengumuman terbaru dari penyedia indeks global, Morgan Stanley Capital International (MSCI), mengenai MSCI Global Market Accessibility Review 2026

Penjabat sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyatakan bahwa secara umum poin-poin yang disampaikan MSCI masih berada pada level yang positif. Sementara itu, catatan yang memerlukan pembenahan dinilai sejalan dengan agenda reformasi pasar modal yang saat ini sedang dilaksanakan oleh BEI.

"Tentu kami mengapresiasi apa yang sudah disampaikan dan itu juga sudah menjadi bagian dari diskusi kami selama ini. Jadi tentu perbaikan-perbaikan akan terus kami lakukan. Yang pasti, satu hal adalah ke depan kami yakini akan menjadi lebih baik," kata Jeffrey di Jakarta, Jumat (19/6/2026).

Terkait tindak lanjut publikasi laporan tersebut, BEI berencana melakukan komunikasi dan pertemuan rutin dengan MSCI guna mendapatkan penjelasan lebih mendalam atas aspek-aspek yang menjadi perhatian. Salah satu poin yang akan diklarifikasi adalah mengenai ketersediaan informasi dalam bahasa Inggris.

Jeffrey memaparkan bahwa berdasarkan regulasi bursa, emiten sudah diwajibkan untuk menyampaikan laporan keuangan dalam dua bahasa. Oleh karena itu, BEI ingin memperoleh kejelasan mengenai informasi apa saja yang dinilai masih belum sepenuhnya tersedia dalam bahasa Inggris.

"Sesuai peraturan Bursa, seluruh laporan keuangan itu sudah harus disampaikan dalam dua bahasa. Jadi yang dimaksud itu, apakah ada informasi lain, apakah yang disediakan oleh bursa saja atau yang disediakan juga oleh pihak-pihak lain di lingkungan pasar modal, Apakah emiten, apakah anggota bursa, apakah itu juga yang termasuk, ya tentu itu akan kami klarifikasi," ujar Jeffrey.

Selain itu, BEI juga akan mendalami perubahan penilaian pada aspek arus informasi yang dalam laporan MSCI turun dari kategori positif menjadi negatif. Jeffrey menyebut aspek tersebut memang menjadi bagian dari reformasi pasar modal yang terus disempurnakan.

"Itu (arus informasi) bagian reformasi pasar modal yang kami lakukan. Disitu ada ruang untuk melakukan perbaikan dan perbaikan itu terus kami lakukan," ujarnya.

Ia menambahkan, meskipun terdapat beberapa poin yang perlu dibenahi, hasil tinjauan MSCI secara keseluruhan tetap menunjukkan banyak aspek positif yang berhasil dipertahankan oleh pasar modal Indonesia. 

Selain itu, Jeffrey berharap Indonesia dapat mempertahankan statusnya sebagai pasar berkembang (Emerging Market) dalam klasifikasi MSCI. Adapun hasil evaluasi klasifikasi pasar tersebut dijadwalkan akan diumumkan pada 23 Juni 2026 mendatang.

Sebagai informasi, dalam market accessibility review yang dirilis Kamis (18/6/2026), MSCI menurunkan penilaian Indonesia pada aspek arus informasi menjadi negatif. 

Hal ini mencerminkan kurangnya keterbukaan data kepemilikan serta aktivitas pasar yang dinilai menghambat pembentukan harga yang wajar dan membatasi kemampuan investor global dalam menilai free float saham secara akurat. 

Selain itu, MSCI menyoroti bahwa sejumlah informasi terkait pasar saham Indonesia belum selalu tersedia secara lengkap dalam bahasa Inggris, yang dianggap dapat membatasi akses investor asing.

Terkini