SMA Unggul Garuda Baru Terima 307 Siswa Angkatan Pertama

Rabu, 24 Juni 2026 | 18:04:31 WIB
Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Bakom RI, Kurnia Ramadhana. (Foto: NET)

JAKARTA - Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI menginformasikan bahwa 307 siswa berprestasi telah berhasil melewati seleksi untuk mengawali tahun ajaran baru di SMA Unggul Garuda Baru yang tersebar di empat lokasi.

Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Bakom RI, Kurnia Ramadhana, menuturkan bahwa pemerintah kini tengah merampungkan pembangunan empat Sekolah Unggul Garuda Baru di Belitung Timur (Bangka Belitung), Timor Tengah Selatan (Nusa Tenggara Timur), Konawe Selatan (Sulawesi Tenggara), dan Bulungan (Kalimantan Utara).

"Akhirnya 307 siswa terbaik dinyatakan lolos sebagai peserta didik angkatan pertama Sekolah Unggul Garuda Baru tahun ajaran 2026-2027," ujar Kurnia di Gedung Bakom RI, Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Berdasarkan jadwal yang ditentukan, pemindahan peserta didik ke lokasi sekolah akan berlangsung pada 16-19 Juli 2026, sedangkan kegiatan belajar mengajar resmi dimulai pada 20 Juli 2026.

"Khusus untuk Sekolah Unggul Garuda Bulungan, peserta didik akan menjalani satu semester pertama di Sekolah Unggul Konawe Selatan sambil menunggu penyelesaian pembangunan di lokasi definitif," terang Kurnia.

Terkait dengan SMA Unggul Garuda Transformasi, program ini telah berjalan sejak 2025 melalui 12 sekolah perintis yang membentang dari Aceh hingga Papua Barat Daya. Pada 2026, Kurnia menyebut pemerintah telah menetapkan 30 sekolah tambahan untuk masuk ke dalam program tersebut, sehingga totalnya mencapai 42 sekolah.

"Pemerintah pun menargetkan SMA yang akan menjadi SMA Unggul Garuda Transformasi hingga 2029 mendatang mencapai 80 sekolah," ucapnya.

SMA Unggul Garuda Baru dibangun serta dikelola langsung oleh pemerintah di wilayah dengan keterbatasan akses pendidikan. 

Di sisi lain, SMA Unggul Garuda Transformasi merupakan sekolah terpilih yang dibina agar mampu menerapkan standar program pengayaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek), dengan tujuan agar peserta didik dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi unggulan.

Program pengayaan tersebut mencakup penguatan pembelajaran di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Selain itu, terdapat pula pendampingan riset kolaboratif, pelatihan penulisan surat rekomendasi, serta fasilitasi pendaftaran ke berbagai universitas terbaik di dunia.

Kurnia memaparkan bahwa terdapat peningkatan 150 persen jumlah siswa yang diterima di 100 universitas terbaik dari 12 sekolah yang telah menjadi SMA Unggul Garuda Transformasi. 

Berdasarkan catatan Kemendiktisaintek, dari hanya 132 siswa pada 2025, jumlahnya meningkat menjadi 330 siswa pada 2026, setahun setelah sekolah-sekolah tersebut mendapat pembinaan.

"Keduanya adalah investasi jangka panjang pemerintah dalam menyiapkan generasi Indonesia yang unggul, kompetitif, dan siap memimpin bangsa ini menuju masa depan yang lebih baik," kata Kurnia.

Terkini