MSCI Akui Reformasi Pasar Modal, OJK Perkuat Integritas & Daya Saing

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:08:31 WIB
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi. (Foto: NET)

JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menyampaikan bahwa tinjauan dari MSCI merupakan representasi kepercayaan investor global atas resiliensi ekonomi tanah air, stabilitas sektor jasa keuangan, serta beragam reformasi yang bertujuan meningkatkan transparansi, integritas, dan daya saing pasar modal Indonesia.

"Kami juga mencatat pengakuan MSCI atas berbagai langkah reformasi integritas pasar modal yang telah dilakukan. Adapun sejumlah area yang masih menjadi perhatian merupakan bagian dari proses evaluasi yang konstruktif dan akan terus kami tindak lanjuti bersama seluruh pemangku kepentingan," ujar Friderica dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengungkapkan bahwa hasil penilaian MSCI tersebut merupakan bentuk pengakuan penyedia indeks global atas agenda pembaruan pasar modal Indonesia yang telah berjalan sejak awal tahun.

"MSCI tidak hanya mempertahankan status Indonesia sebagai Emerging Markets, tetapi juga memberikan pengakuan bahwa berbagai langkah reformasi yang telah dan sedang kami jalankan berada pada arah yang tepat. Hal tersebut tercermin dari hasil penilaian market accessibility Indonesia yang terjaga baik," kata Hasan.

Menurutnya, apresiasi terhadap agenda reformasi tersebut menjadi modal krusial bagi pasar modal Indonesia untuk terus berkembang dengan landasan transparansi, integritas, dan tata kelola yang kian kokoh.

"Tentu kami melihat masih terdapat ruang perbaikan dan berbagai masukan yang perlu dicermati secara konstruktif. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk terus memperkuat engagement dengan global index providers, investor global, serta seluruh stakeholders terkait guna semakin meningkatkan kredibilitas, integritas, dan investability pasar modal Indonesia ke depan," ujar Hasan.

Hasan menekankan bahwa mempertahankan status emerging markets bukanlah tujuan final. Pihaknya akan terus memperkuat serta mempercepat pelaksanaan agenda reformasi di pasar modal Indonesia melalui koordinasi dan sinergi yang kuat dengan seluruh pihak terkait.

"Langkah tersebut juga ditujukan untuk menindaklanjuti masukan dan concern dari pihak-pihak terkait dalam upaya memperkuat kredibilitas dan integritas pasar modal domestik," ujar Hasan.

Ke depan, upaya untuk meningkatkan relevansi dan peran pasar modal Indonesia dalam lingkup global akan terus ditingkatkan, yang ditopang oleh performa perekonomian nasional yang tangguh serta pertumbuhan pasar domestik yang sesuai dengan kondisi fundamentalnya.

"Kami meyakini pasar modal Indonesia masih sangat prospektif dan menarik, baik bagi investor domestik maupun global. Hal ini didukung oleh fundamental perekonomian domestik yang terjaga, basis investor yang terus bertumbuh, valuasi saham yang kompetitif, dan kinerja fundamental emiten yang secara umum masih sangat positif," ujar Hasan.

Melalui rilis MSCI 2026 Market Classification Review pada Rabu pagi, MSCI telah mengakui reformasi transparansi yang dilakukan oleh otoritas pasar modal Indonesia. 

Meskipun demikian, MSCI menyatakan akan terus melakukan pengawasan terhadap cakupan, konsistensi, serta efektivitas pasar modal Indonesia terkait penentuan free float dan penilaian kelayakan investasi hingga Tinjauan Indeks MSCI November 2026.

"Jika kemajuan yang memadai tidak terlihat pada saat Tinjauan Indeks MSCI November 2026, MSCI akan mempertimbangkan berbagai opsi untuk perlakuan yang tepat bagi pasar Indonesia, yang berpotensi mencakup konsultasi tentang reklasifikasi Indonesia dari emerging market menjadi frontier markets," tulis MSCI dalam pengumumannya.

Sebelumnya, pada 19 Juni 2026, MSCI juga telah mengeluarkan laporan Global Market Accessibility Review 2026. Hasil evaluasi tersebut menempatkan tingkat aksesibilitas pasar Indonesia sebagai salah satu yang terbaik di antara negara-negara emerging markets di kawasan Asia-Pasifik.

Terkini