Kinerja Positif, Laba Bersih BTN Tembus Rp 1,85 Triliun di Mei 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:05:31 WIB
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN). (Foto: NET)

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencatatkan perkembangan performa konsolidasi yang menggembirakan sampai dengan Mei 2026. 

Perseroan beserta anak usahanya, Bank Syariah Nasional (BSN), sukses mencetak laba bersih konsolidasi senilai Rp1,85 triliun, melonjak 54,37% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp1,19 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Mengacu pada laporan keuangan bulanan konsolidasi BTN, pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) mencapai Rp7,13 triliun hingga Mei 2026, meningkat 15,15% yoy dibandingkan angka tahun sebelumnya sebesar Rp6,19 triliun. 

Kemajuan kinerja konsolidasi BTN ini turut disokong oleh kenaikan distribusi kredit serta pembiayaan. Hingga Mei 2026, total kredit dan pembiayaan konsolidasi menyentuh Rp403,06 triliun, tumbuh 9,97% yoy dari posisi Mei 2025 yang sebesar Rp366,52 triliun.

Sementara itu, total dana pihak ketiga (DPK) konsolidasi BTN mencapai Rp433,95 triliun, naik 9,09% yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp397,78 triliun. BTN juga sukses mempertahankan kenaikan profitabilitas operasionalnya. 

Sampai dengan Mei 2026, laba operasional konsolidasi terdata sebesar Rp2,39 triliun, melesat 58,37% yoy dari angka tahun sebelumnya senilai Rp1,51 triliun. Adapun pre provision operating profit (PPOP) BTN Group mencapai Rp3,98 triliun hingga Mei 2026, meningkat 20,07% yoy dari Rp3,31 triliun pada Mei 2025.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, sebelumnya menyatakan bahwa torehan kinerja positif tersebut membuktikan fundamental bisnis BTN tetap kokoh di tengah gejolak ekonomi global. Menurut Nixon, sektor perumahan masih memiliki potensi pertumbuhan yang luas lantaran rumah merupakan kebutuhan pokok masyarakat.

“Rumah bukan sekadar aset investasi, tetapi merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Selama masyarakat membutuhkan tempat tinggal yang layak, kebutuhan terhadap pembiayaan perumahan akan terus ada. Karena itu, BTN optimistis sektor perumahan tetap menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Nixon dalam siaran pers, Rabu (24/6/2026).

Pada tahun ini, BTN juga dikabarkan bakal terus memperkuat ekosistem perumahan nasional lewat transformasi bisnis serta inovasi layanan demi memenuhi kebutuhan masyarakat, baik dalam hal kepemilikan rumah maupun layanan keuangan penunjang lainnya.

Terkini