Strategi Kemenpar Manfaatkan "Empty Leg" Penerbangan Haji ke Indonesia

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:14:01 WIB
Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa. (Foto: NET)

JAKARTA – Kementerian Pariwisata menegaskan kesiapannya dalam mendukung penuh dan mengoptimalkan pemanfaatan ruang kosong pada penerbangan pemulangan haji (empty leg) milik maskapai Garuda Indonesia. 

Langkah ini diambil sebagai upaya strategis untuk mendatangkan wisatawan mancanegara dari Arab Saudi ke Tanah Air.

Komitmen tersebut muncul setelah Kementerian Haji dan Umrah RI mengumumkan bahwa otoritas penerbangan Arab Saudi, General Authority of Civil Aviation (GACA), telah resmi mengizinkan Garuda Indonesia untuk mengisi kompartemen kosong selama masa pemulangan pesawat carter haji.

Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (25/6/2026), mengungkapkan bahwa dukungan ini selaras dengan target kunjungan wisatawan mancanegara yang ditetapkan oleh kementeriannya.

"Kami dari Kementerian Pariwisata pada prinsipnya tentu men-support hal ini, menerima dengan sangat baik sekali karena kami dari Kementerian Pariwisata juga punya target kunjungan wisatawan ke Indonesia," ungkapnya.

Ni Luh memaparkan bahwa pada tahun ini, dalam periode pelaksanaan yang relatif singkat, kapasitas empty leg yang berhasil terisi oleh penumpang telah mencapai angka sekitar 1.723 orang.

Ke depannya, Kementerian Pariwisata bertekad untuk terus meningkatkan capaian tersebut, terutama pada musim haji tahun depan, dengan memanfaatkan durasi persiapan yang lebih panjang. 

Untuk merealisasikan target itu, Ni Luh menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektoral antara Kementerian Haji dan Umrah, Garuda Indonesia, serta Kementerian Perhubungan, khususnya dalam memperkuat strategi promosi.

Kementerian Pariwisata berencana melakukan diversifikasi produk serta menggencarkan promosi di Arab Saudi, mulai dari kampanye digital, misi penjualan, hingga pertemuan bisnis seperti B2B dan business matching

Upaya penguatan di pasar Arab Saudi ini dilakukan agar kursi penerbangan tersebut benar-benar diisi oleh wisatawan, sehingga pihak kementerian dapat mengukur tingkat pengeluaran mereka selama berada di Indonesia.

"Tentu kami butuh data dari Garuda Indonesia, akan ke mana saja begitu setelah dari Arab Saudi titiknya di Indonesia di mana saja, kami bisa kuatkan destinasinya dan kami bisa juga kuatkan industrinya," ujar Ni Luh.

Ia berharap, melalui sinergi serta penguatan industri di berbagai destinasi titik pendaratan tersebut, optimalisasi ruang kosong penerbangan ini dapat berjalan sukses sesuai dengan cita-cita Presiden Prabowo Subianto.

Terkini