Musim Libur Sekolah, Cek Saham Potensi Cuan Ini

Kamis, 25 Juni 2026 | 22:45:01 WIB
Ilustrasi - Data harga saham. (Foto: NET)

JAKARTA — Periode libur sekolah di pertengahan tahun diproyeksikan bakal menjadi pendorong positif bagi sejumlah perusahaan di bidang konsumsi, ritel, transportasi, hingga pariwisata. 

Melonjaknya pergerakan masyarakat serta kegiatan belanja keluarga sepanjang masa liburan diperkirakan mampu mengangkat performa emiten yang berkaitan erat dengan aktivitas rekreasi dan perjalanan.

Analis Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis menyatakan bahwa liburan sekolah merupakan salah satu pendorong musiman yang secara historis terbukti mendongkrak daya beli masyarakat. Pada momentum ini, warga umumnya lebih sering berwisata, bersilaturahmi ke rumah kerabat, hingga membelanjakan uangnya untuk kebutuhan sekunder.

"Permintaan terhadap transportasi, akomodasi, makanan dan minuman, pusat perbelanjaan hingga tempat hiburan biasanya meningkat selama periode liburan sekolah," ujarnya, Rabu (25/6/2026).

Berdasarkan penuturan Alrich, situasi ini berpeluang memberikan dampak positif bagi pendapatan emiten di sektor konsumsi, transportasi, pariwisata, dan rekreasi. Kendati demikian, imbasnya lebih sering terlihat pada laporan performa kuartalan dan belum tentu mengubah kondisi fundamental perusahaan secara signifikan untuk jangka panjang.

Beberapa sektor diprediksi menjadi penikmat utama dari naiknya pergerakan masyarakat. Pada bidang transportasi dan jalan tol, bertambahnya volume perjalanan sepanjang masa libur berpeluang mendongkrak angka penumpang maupun arus kendaraan tol.

"Emiten yang terkait antara lain BIRD dan JSMR," kata Alrich.

Di sisi lain, sektor ritel dan konsumsi juga diproyeksikan memanen kenaikan permintaan. Aktivitas belanja keluarga, terutama untuk rekreasi dan produk gaya hidup seperti baju, sepatu, hingga perlengkapan lainnya, cenderung naik selama musim liburan. Beberapa emiten yang dipandang memperoleh sentimen positif ini di antaranya MAPI, MAPA, dan ACES.

Terkait rekomendasi, Phintraco Sekuritas menyarankan aksi beli untuk saham PT Jasa Marga Tbk. (JSMR) dengan area beli di atas Rp2.900 per saham. Target harga pertama dipatok pada level Rp3.150 dan target selanjutnya di Rp3.300, dengan batas stop loss di bawah Rp2.800.

Senada dengan hal itu, analis Mirae Asset Sekuritas Rully memaparkan bahwa masa libur sekolah bisa menjadi penyokong daya beli rumah tangga di kala beragam sentimen global membayangi pasar modal.

"Secara domestik, momen libur sekolah biasanya mendukung konsumsi rumah tangga, terutama di sektor pariwisata, transportasi, ritel, dan makanan-minuman karena ada peningkatan aktivitas bepergian dan belanja keluarga," ujarnya.

Meski begitu, Rully melihat dampak positif yang dihasilkan tidak akan terlalu luar biasa. Namun, hal itu setidaknya bisa menahan penurunan sentimen pasar yang dipicu oleh faktor dari luar negeri.

Menurut pandangannya, emiten yang paling sering meraup keuntungan dari sentimen musiman ini adalah korporasi yang terhubung langsung dengan bidang pariwisata, konsumsi, serta ritel. Beberapa di antaranya meliputi pengelola pusat belanja dan ritel sekunder seperti MAPI, serta emiten konsumsi seperti AMRT.

Namun, para analis tetap mengingatkan para pemodal agar tidak semata-mata bertumpu pada sentimen musiman dalam menetapkan langkah investasi. Begitu masa liburan usai, daya beli dan pergerakan masyarakat umumnya bakal kembali ke titik normal, sehingga laju pertumbuhan pendapatan berpotensi melandai.

"Tantangan terbesar setelah periode libur sekolah adalah normalisasi permintaan. Aktivitas konsumsi dan mobilitas yang meningkat selama masa liburan berpotensi kembali ke level normal pada bulan berikutnya," ujar Alrich.

Selain hal tersebut, Rully menyelisik bahwa pergerakan pasar ke depan masih tetap dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti fluktuasi dolar AS, kebijakan suku bunga dunia, pergerakan dana asing, hingga persoalan klasifikasi pasar oleh MSCI.

Para pelaku pasar disarankan untuk tetap memperhatikan keberlanjutan pertumbuhan pendapatan, kualitas laba di paruh kedua tahun 2026, efisiensi operasional, kekuatan arus kas, kebijakan suku bunga The Fed, aliran dana asing, serta stabilitas nilai tukar rupiah.

Dalam menentukan taktik investasi, para analis berpendapat bahwa saham-saham yang meraup berkah dari momentum liburan ini bisa dimanfaatkan untuk perdagangan jangka pendek. 

Sementara untuk investasi jangka menengah dan panjang, fokus utama wajib diarahkan pada emiten dengan fundamental yang kokoh, pertumbuhan laba yang konsisten, serta valuasi yang masih murah.

Terkini