Ekspor Topang Arus Petikemas IPC TPK Panjang Tembus 50 Ribu TEUs

Jumat, 26 Juni 2026 | 19:01:31 WIB
IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Panjang. (Foto: NET)

JAKARTA - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Panjang, yang merupakan bagian dari Pelindo Group, membukukan arus peti kemas sebesar 50.287 TEUs sampai Mei 2026. Capaian ini didorong oleh ekspor berbagai komoditas andalan dari Provinsi Lampung.

"Arus peti kemas di Terminal Petikemas Panjang menunjukkan tren positif hingga Mei 2026, pertumbuhan throughput sebesar 7,40 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," kata Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC TPK, Daniel Setiawan dalam keterangan di Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Ia memaparkan bahwa selama periode Januari sampai Mei 2026, volume peti kemas yang terealisasi mencapai 50.287 TEUs, naik dari angka 46.824 TEUs pada periode yang sama di tahun 2025.

"Kenaikan tersebut mencerminkan meningkatnya aktivitas logistik dan perdagangan yang dilayani melalui Terminal Petikemas Panjang," ujarnya.

Menurut dia, hasil tersebut memperlihatkan aktivitas arus barang yang terus berkembang selaras dengan naiknya keperluan distribusi serta perdagangan di kawasan Lampung dan sekitarnya.

Ia menambahkan kalau kenaikan throughput di Area Panjang berada di atas rata-rata pertumbuhan nasional IPC TPK. Hal ini menegaskan posisi strategis terminal tersebut dalam memperlancar arus logistik serta perdagangan di Lampung.

"Kami akan terus menjaga keandalan layanan untuk memastikan kebutuhan pengguna jasa dapat terpenuhi secara optimal,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kenaikan throughput ini utamanya disokong oleh pertumbuhan ekspor pada beberapa komoditas andalan. 

Ekspor tapioca starch mengalami pertumbuhan hingga 267,37 persen, disusul frozen shrimp sebesar 28,90 persen, nanas sebesar 22,93 persen, serta refined glycerine sebesar 21,90 persen jika dikomparasikan dengan periode yang sama tahun lalu.

Bukan hanya itu, arus peti kemas untuk jalur domestik maupun internasional pun mencatatkan pertumbuhan yang positif. Sampai Mei 2026, throughput domestik menyentuh angka 28.163 TEUs atau naik 10,04 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya. 

Sementara itu, throughput internasional berada di angka 22.124 TEUs, menguat sebesar 4,21 persen secara tahunan.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung turut memperlihatkan tren perdagangan yang menggeliat. Pada April 2026, nilai ekspor Provinsi Lampung menyentuh 504,59 juta dolar Amerika Serikat (AS), melonjak 43,29 persen dibandingkan April 2025. 

Di sisi lain, nilai impor berada di angka 172,40 juta dolar Amerika Serikat, meningkat 51,56 persen secara tahunan.

Peningkatan aktivitas perdagangan ini pada akhirnya ikut mendorong kenaikan arus logistik serta pergerakan peti kemas yang dikelola melalui Terminal Petikemas Panjang. Kinerja positif dari Area Panjang ini juga ikut menyokong pertumbuhan trafik peti kemas IPC TPK di tingkat nasional. 

Sampai dengan Mei 2026, IPC TPK mencatatkan total throughput sebesar 1,49 juta TEUs, naik 6,1 persen secara tahunan.

Lewat pertumbuhan mencapai 7,4 persen, Area Panjang sukses menduduki posisi sebagai wilayah dengan pertumbuhan tertinggi kedua di lingkungan IPC TPK hingga Mei 2026. 

Sebagai terminal peti kemas utama di Provinsi Lampung, IPC TPK Panjang terus menguatkan pelayanan operasional mereka lewat peningkatan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari lini pelayaran hingga para pengguna jasa.

"Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas layanan di tengah meningkatnya aktivitas logistik dan perdagangan," katanya.

Lewat tren yang positif ini, IPC TPK Panjang kian mengukuhkan posisinya sebagai pintu gerbang logistik strategis yang menopang kelancaran arus perdagangan, baik domestik maupun internasional, di Provinsi Lampung.

Terkini