Kementerian PU Bangun 4 Jembatan Gantung di Provinsi Banten

Selasa, 30 Juni 2026 | 23:00:32 WIB
Menteri PU: Jembatan Gantung Beri Manfaat Langsung Bagi Warga [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sedang melaksanakan proyek pendirian 4 jembatan gantung demi menyokong pengokohan konektivitas antarkampung, desa, hingga kecamatan di wilayah Provinsi Banten.

Menteri PU Dody Hanggodo memaparkan bahwa jembatan gantung tergolong infrastruktur yang simpel, namun menyimpan kegunaan yang amat masif untuk warga setempat.

“Jembatan gantung memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Mobilitas menjadi lebih mudah, distribusi hasil pertanian lebih lancar, dan akses terhadap layanan publik semakin terbuka,” kata Dody di Jakarta, Selasa.

Empat infrastruktur penunjang hajat hidup warga ini didirikan pada area-area yang mulanya terisolasi oleh aliran sungai, lembah jurang, ataupun perbukitan, dengan tujuan mempermudah pergerakan masyarakat sekaligus menopang aktivitas finansial serta pelayanan dasar di sektor perdesaan.

Keempat jembatan gantung tersebut mulai digarap sejak kurun waktu Maret-April Tahun 2026, mencakup Jembatan Gantung Inten Jaya, Jembatan Gantung Cigoong Utara, dan Jembatan Gantung Kampung Bagu (Ciminyak) di wilayah Kabupaten Lebak, serta Jembatan Gantung Cibungur di kawasan Kabupaten Pandeglang.

Tiap-tiap jembatan, menurut penjelasan Dody, dirancang memiliki bentang panjang berkisar 40 sampai 80 meter dan dialokasikan secara spesifik untuk pejalan kaki, armada kendaraan roda dua, hingga mobil ambulans dalam situasi darurat.

Dody mengutarakan, mengacu pada data capaian proyek konstruksi per tanggal 25 Juni, pengerjaan seluruh jembatan memperlihatkan tren yang positif. 

Jembatan Gantung Inten Jaya yang ditopang bentang utama sepanjang 80 meter telah menyentuh capaian fisik sebesar 26,67 persen. 

Infrastruktur penyeberangan ini dibangun guna memotong durasi perjalanan warga yang selama ini terpaksa berputar menempuh rute yang lebih jauh.

Selanjutnya, Jembatan Gantung Cibungur yang sama-sama dirancang sepanjang 80 meter telah mencatatkan progres fisik di angka 19,25 persen. 

Jembatan ini bakal merekatkan hubungan antara Desa Tegal Papak di Kecamatan Pagelaran dengan Desa Cibungur di Kecamatan Sukaresmi, sehingga pergerakan warga antarwilayah bertransformasi menjadi lebih gampang, aman, serta efisien.

Sementara itu, Jembatan Gantung Cigoong Utara beserta Jembatan Gantung Kampung Bagu (Ciminyak) diproduksi dengan bentang panjang masing-masing 40 meter di kawasan Kabupaten Lebak. Jembatan Cigoong Utara dengan progres menyentuh 26,80 persen diproyeksikan mempermudah akses mobilitas warga menuju gedung sekolah, sarana kesehatan, area pasar, sekaligus melancarkan pengiriman komoditas pertanian bagi penduduk di Dusun Salasih, Nagreg, dan Paranje.

Di sudut lain, Jembatan Kampung Bagu (Ciminyak) dengan torehan progres 23,50 persen berfungsi menghubungkan Kampung Bagu di Desa Ciminyak, Kecamatan Muncang, dengan Kampung Cikaung di Desa Sukamarga, Kecamatan Sajira, yang sepanjang ini dipisahkan oleh aliran sungai. 

Langkah ini diharapkan mampu mereduksi durasi perjalanan sekaligus mendongkrak aspek keselamatan transportasi warga.

Berdasarkan penilaian Dody, dengan hadirnya jalur akses yang lebih aman serta efisien, keberadaan rangkaian jembatan gantung tersebut ditargetkan sanggup memicu kenaikan taraf kesejahteraan masyarakat sekaligus menyolidkan jaringan konektivitas antarwilayah di Provinsi Banten.

Kementerian PU konsisten berkomitmen merampungkan proyek jembatan gantung ini selaras dengan target waktu yang sudah disepakati, agar efek positifnya bisa lekas dinikmati masyarakat serta menyokong distribusi pemerataan pembangunan sampai ke titik-titik wilayah yang selama ini terkendala keterbatasan akses.

Terkini