Prabowo Umumkan Peta Jalan Kerja Sama RI-Belarus 2026-2030

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:09:31 WIB
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. (Foto: NET)

JAKARTA - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan bahwa Indonesia bersama Belarusia resmi merilis peta jalan mengenai peningkatan hubungan kerja sama untuk jangka waktu 2026 hingga 2030.

"Hari ini kedua negara telah meluncurkan peta jalan penguatan kerja sama Indonesia-Belarus 2026-2030 yang akan menjadi kerangka bagi pengembangan hubungan bilateral selama lima tahun ke depan," ucap Prabowo setelah melakukan agenda pertemuan bilateral bersama Presiden Belarus, Aleksandr Lukashenko, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Prabowo menerangkan, adanya peta jalan ini menjadi cerminan dari komitmen antarkedua belah pihak dalam merealisasikan bentuk kerja sama yang sifatnya lebih terarah sekaligus konkret. 

Prabowo menuturkan, kedua negara mempunyai tekad kuat untuk senantiasa menaikkan hubungan kerja sama di bermacam sektor, yang mana salah satunya berada pada bidang ketahanan pangan.

"Indonesia dan Belarus memiliki potensi yang saling melengkapi untuk memperkuat kerja sama di bidang pertanian modern, pupuk alat dan teknologi pertanian serta alat berat," kata Prabowo.

Pada sektor perekonomian, kedua negara telah mufakat untuk konsisten memperlebar sayap kemitraan demi menyokong agenda pembangunan nasional masing-masing negara. RI dan Belarus juga mencapai kesepakatan dalam meningkatkan sinergi pada sektor industri, pertanian, hingga ke ranah teknologi.

"Ke depan kerja sama akan difokuskan pada pengembangan industri, modernisasi pertanian, penguatan rantai pasok, serta kerja sama teknologi," tutur Prabowo.

Selanjutnya di bidang perdagangan, Prabowo menyampaikan apresiasinya terhadap Belarus yang telah menuntaskan proses ratifikasi terkait kesepakatan Indonesia Eurasian Economic Union Free Trade Agreement.

"Kami juga sedang melakukan proses ratifikasi tersebut," sebut Prabowo.

Sementara pada bidang industri, Prabowo menilai ada peluang yang begitu besar demi mendongkrak investasi serta joint venture antarpara pelaku usaha dari kedua negara, terutama di sektor industri manufaktur, otomotif, alat berat, hingga agroindustri.

Terakhir pada bidang sosial budaya serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia, kedua belah negara bakal mendorong jalinan kerja sama yang jauh lebih erat.

"Melalui pertukaran budaya, penguatan kemitraan antara institusi pendidikan dan pelatihan vokasi. Saya dan Presiden Lukashenko bertukar pandangan mengenai isu-isu yang menjadi perhatian bersama di tingkat kawasan dan global," pungkas Prabowo.

Terkini