Perkuat Bisnis Digital, DSSA Caplok Saham BMT Rp 4 Triliun

Kamis, 02 Juli 2026 | 02:46:31 WIB
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA). (Foto: NET)

JAKARTA - PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mengalokasikan dana segar dalam jumlah besar mencapai Rp 4 triliun demi memperkokoh ekspansi di sektor bisnis digital. 

Langkah ekspansif ini dieksekusi lewat dua anak perusahaannya, yakni PT DSST Mas Gemilang (DSST) serta Sinarmas Sukses Sejahtera (SSS). 

DSSA mengambil alih 11,19 miliar lembar saham Bali Media Telekomunikasi (BMT) yang menjadi bagian dari rencana strategis demi memperkuat ekosistem infrastruktur digital sekaligus memacu pertumbuhan jangka panjang.

Aksi korporasi ini diresmikan lewat penandatanganan Akta Jual Beli (AJB) pada tanggal 29 Juni 2026. Penandatanganan dilakukan oleh DSST dan SSS selaku pihak pembeli, bersama PT Infinity Investama (IFI) serta PT Prima Mas Abadi (PMA) selaku pihak penjual. 

Nilai dari transaksi ini menembus angka Rp 4 triliun, di mana nominal tersebut belum mencakup beban pajak, biaya hukum, dan pengeluaran administrasi lainnya. 

Transaksi ini menjadi langkah strategis demi mengokohkan struktur usaha, melebarkan jangkauan kapabilitas bisnis, serta mempercepat konsolidasi ekosistem infrastruktur digital dan teknologi DSSA lewat penyatuan aset, jaringan, teknologi, maupun kompetensi yang saling melengkapi.

Melalui aksi korporasi ini, DSSA secara tidak langsung memperlebar rantai nilai bisnisnya dengan memperkokoh pengembangan solusi antarperusahaan berbasis internet untuk segala (internet of things), serta solusi digital terpadu bagi bermacam-macam segmen korporasi, UMKM, dan dunia industri.

"Dengan cakupan layanan yang semakin lengkap, perusahaan dapat memiliki kemampuan yang lebih kuat dalam menyediakan solusi digital terpadu, mulai dari konektivitas dan infrastruktur digital hingga layanan teknologi bernilai tambah yang mendukung kebutuhan transformasi digital pelanggan," ungkap Manajemen DSSA dalam keterbukaan informasi, Rabu (1/7/2026).

Di samping itu, DSSA optimis bahwa transaksi tersebut sangat efektif untuk mempercepat perwujudan strategi pertumbuhan jangka panjang. Langkah ini membuka peluang bagi integrasi bisnis, pengembangan layanan, serta utilisasi sumber daya agar dapat berjalan dengan jauh lebih optimal.

"Dibandingkan dengan transaksi serupa yang melibatkan pihak eksternal, transaksi ini memberikan tingkat kesiapan implementasi yang lebih tinggi, sehingga mendukung pelaksanaan strategi yang lebih cepat dan terukur," tambah Manajemen DSSA.

Melalui transaksi ini, DSSA diproyeksikan mampu mendongkrak sinergi antarunit usaha, mengoptimalkan efisiensi pemanfaatan sumber daya, memperluas jangkauan layanan solusi digital yang terintegrasi, serta memperkokoh posisi dan daya saing korporasi dalam membaca arah perkembangan industri, menangkap peluang pasar, sekaligus menjawab tantangan transformasi digital yang kian kompleks di masa depan.

Terkini