Dibuka Menguat ke Rp17.953, Rupiah Hari Ini Diprediksi Fluktuatif

Jumat, 03 Juli 2026 | 23:49:01 WIB
Rupiah Pagi Ini Menguat ke Rp17.953 per Dolar AS [FOTO: NET].

JAKARTA – Nilai tukar rupiah mengawali sesi perdagangan Jumat (3/7/2026) dengan penguatan sebesar 0,23% atau naik 42 poin menuju level Rp17.953 per dolar AS. Pada waktu yang bersamaan, indeks dolar AS (DXY) terpantau melemah 0,02% ke posisi 100,83.

Saat ini, pergerakan nilai tukar rupiah di pasar valuta asing dipengaruhi oleh perpaduan sentimen dari luar negeri dan dalam negeri. Kondisi tersebut diperkirakan bakal membuat pergerakan rupiah fluktuatif sebelum akhirnya ditutup melemah di akhir perdagangan nanti.

Pengamat pasar mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memproyeksikan kurs rupiah hari ini berisiko ditutup melemah pada rentang Rp17.990 hingga Rp18.050 per dolar AS. Pada sesi penutupan pasar Kamis (2/7/2026) kemarin, mata uang rupiah berakhir melemah 43 poin ke posisi Rp17.995 per dolar AS.

Ibrahim memaparkan bahwa para pelaku pasar saat ini tengah mengantisipasi kenaikan suku bunga acuan The Fed dengan persentase peluang mencapai 67% pada pertemuan bulan September mendatang. Selain faktor moneter, ketegangan konflik di Timur Tengah turut menjadi fokus utama para investor.

Pada laporan terkini, pihak Qatar menyebutkan bahwa pihak Iran dan AS telah menunjukkan perkembangan positif dalam negosiasi tidak langsung yang rampung pada hari Rabu. Agenda dialog tersebut menitikberatkan pada upaya pembukaan blokade di kawasan Selat Hormuz.

"Meskipun lalu lintas telah sebagian pulih, kedua negara saling menyerang akhir pekan lalu setelah serangan Iran terhadap kapal kargo," kata Ibrahim, dikutip Jumat (3/7/2026).

Sementara dari aspek domestik, Ibrahim menilai tingkat kepercayaan para pelaku pasar terhadap perekonomian Indonesia tengah diuji menyusul hadirnya sederet sentimen negatif sepanjang kuartal II ini.

Sejumlah isu mulai dari kasus korupsi berskala besar, kekhawatiran atas kondisi keuangan pemerintah pascadefisit neraca perdagangan Indonesia periode Mei, lonjakan inflasi, hingga keputusan pengumuman dari MSCI berpadu menggerus tingkat kepercayaan investor.

"Selain itu, data Purchasing Managers' Index (PMI) yang dirilis S&P Global menunjukkan PMI Indonesia berada di 46,9 pada Juni 2026. Ini adalah tingkat penurunan yang paling kuat dalam setahun," tandasnya.

Terkini