Ronaldo Puji Modric Legenda Usai Portugal Tekuk Kroasia

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:53:31 WIB
Kapten Tim Nasional Portugal, Cristiano Ronaldo. (Foto: NET)

JAKARTA - Penghormatan emosional diberikan oleh kapten Tim Nasional Portugal, Cristiano Ronaldo, kepada gelandang andalan Kroasia, Luka Modric, setelah kedua tim bertarung sengit pada fase gugur. 

Skuad Selecao das Quinas bersua Kroasia dalam babak 32 besar Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Stadion Toronto, Ontario, Kanada, pada Kamis (2/7/2026) waktu setempat atau Jumat pagi WIB. Pertemuan ini mempertemukan dua sosok megabintang sepak bola modern yang dulu pernah bahu-membahu di Real Madrid. 

Laga tersebut berakhir dengan skor 2-1 untuk keunggulan Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan. Dua gol kemenangan Portugal masing-masing dicetak oleh eksekusi penalti Cristiano Ronaldo pada menit ke-68 serta torehan Goncalo Ramos di masa injury time (90+4'). Adapun satu gol balasan dari Kroasia dilesakkan oleh Ivan Perisic pada menit ke-53.

Begitu peluit panjang dibunyikan di Stadion Toronto, Cristiano Ronaldo langsung menghampiri dan memberikan pujian kepada kapten Kroasia tersebut di tengah lapangan. Penyerang gaek berusia 41 tahun itu menunjukkan rasa hormat yang mendalam kepada mantan rekan setimnya yang baru saja menelan kekalahan menyakitkan di fase krusial. 

"Saya sudah berbicara dengannya. Dia adalah legenda sepak bola," kata Ronaldo tentang Modric dikutip dair Reuters, Jumat (3/7/2026). 

"Saya bermain bersama dengannya selama bertahun-tahun di Real Madrid. Saya mendoakan yang terbaik untuknya dan saya harap dia terus bermain."

Perjuangan Sengit Menuju Babak 16 Besar

Tensi pertandingan sudah berjalan sangat tinggi dengan aksi saling serang yang diperagakan kedua tim sejak awal laga. Skuad Kroasia sebenarnya mampu memimpin kedudukan lebih dulu pada menit ke-53 lewat sepakan Ivan Perisic. 

Kendati demikian, semangat bangkit tim Portugal dipimpin langsung oleh sang kapten lewat gol penalti pada menit ke-68, yang menempatkan namanya sebagai pemain paling berumur yang mencetak gol pada babak gugur turnamen akbar ini. 

Kemenangan dramatis akhirnya berhasil dikunci pada menit keempat masa extra time lewat aksi pemain pengganti, Goncalo Ramos, yang menyambut bola dengan sundulan tajam setelah melompat melewati barisan bek lawan.

"Ini sulit karena ini permainan, jika Anda tidak menang, Anda pulang," kata Ramos. 

"Tapi bagi saya, khususnya, saya menyukai momen-momen seperti itu, saya menyukai pertandingan-pertandingan seperti itu, saya ingin memainkan setiap pertandingan seperti itu, saya ingin berada di momen-momen besar."

Kekecewaan Kubu Lawan akibat Drama Offside

Ketegangan luar biasa sempat mewarnai menit-menit akhir babak gugur ini ketika Josko Gvardiol mengira telah berhasil menyamakan skor pada menit ke-103. 

Namun, setelah ditinjau kembali lewat Video Assistant Referee (VAR), gol itu dibatalkan karena bola sempat menyentuh Igor Matanovic terlebih dahulu sehingga posisi Gvardiol dinilai aktif berada dalam posisi offside

Putusan krusial ini memukul runtuh mentalitas anak-asuh Zlatko Dalic yang terpaksa menyudahi langkah mereka di kompetisi edisi kali ini secara menyakitkan.

"Kami tidak pantas mendapatkan akhir seperti ini," ungkap pelatih Timnas Kroasia, Zlatko Dalic. 

"Tidak pernah mudah ketika Anda kebobolan gol di menit-menit terakhir pertandingan, tetapi seharusnya kami bisa menyelesaikan ini dengan cara yang berbeda."

Penghormatan Emosional untuk Diogo Jota

Di samping ketatnya tensi pertandingan di lapangan hijau, suasana penuh haru juga melanda ruang ganti Portugal. Laga penting ini digelar bertepatan dengan peringatan satu tahun meninggalnya penyerang andalan mereka, Diogo Jota, akibat kecelakaan lalu lintas di Spanyol. 

Bentuk penghormatan khusus sempat ditunjukkan oleh para pendukung pada menit ke-21, dan sang kapten tampak mengenakan seragam merah bernomor punggung 21 milik mendiang setelah laga berakhir seraya membendung air mata.

"Kami menang untuk kami, Diogo dan Portugal. Ayo!" tulis Ronaldo di akun Instagram resminya.

Terkini