Aceh Ajak Warga Doakan Venezuela, Kenang Bantuan Tsunami 2004

Jumat, 03 Juli 2026 | 06:21:31 WIB
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi. (Foto: NET)

JAKARTA - Pemerintah Aceh menyerukan gerakan solidaritas kemanusiaan kepada seluruh masyarakat untuk mendoakan keselamatan warga Venezuela yang sedang tertimpa musibah gempa bumi dahsyat. 

Ajakan ini digaungkan sebagai wujud empati sekaligus untuk mengingat kembali bantuan yang dulu pernah diulurkan oleh Venezuela bagi Aceh saat menghadapi bencana tsunami pada tahun 2004 silam.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, mengungkapkan bahwa Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem meminta seluruh lapisan masyarakat untuk turut memanjatkan doa bagi para korban. 

"Gubernur mengimbau seluruh masyarakat Aceh mendoakan keselamatan dan kesehatan bagi korban yang selamat dari bencana tersebut," kata Nurlis Effendi di Banda Aceh, Kamis (2/7/2026).

Saat ini, Venezuela tengah didera krisis kemanusiaan yang parah setelah diguncang oleh dua gempa bumi besar pada 24 Juni 2026. Peristiwa tersebut mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dalam skala besar serta kehancuran fasilitas publik yang sangat masif. 

Berdasarkan pembaruan data terkini, jumlah korban yang meninggal dunia sudah mencapai 2.295 orang, sementara korban yang mengalami luka-luka menyentuh angka 11.267 orang. Selain itu, tercatat pula ada 782 gempa susulan yang terjadi sejak guncangan utama. 

Gempa kembar yang masing-masing berkekuatan Mw 7,2 dan Mw 7,5 tersebut berpusat di San Felipe, daerah Yaracuy. Kondisi ini membuat Pemerintah Venezuela menetapkan status keadaan darurat sekaligus memberlakukan masa berkabung nasional selama tujuh hari.

Langkah cepat yang diambil oleh Pemerintah Aceh ini didasari oleh ikatan emosional karena pernah melewati masa sulit yang serupa. Pada tahun 2004, wilayah Aceh dilanda tsunami luar biasa yang merenggut lebih dari 170.000 korban jiwa dan memicu kerusakan total. 

Di tengah situasi kelam tersebut, beragam negara di dunia datang mengulurkan bantuan, termasuk Venezuela. Negara di kawasan Amerika Selatan itu tercatat memberi kontribusi kemanusiaan yang sangat berarti dalam proses pemulihan Aceh. 

Nurlis menggarisbawahi bahwa pihak pemerintah Aceh amat mengerti situasi sulit yang sekarang sedang dirasakan oleh Venezuela.

Adapun rincian dukungan yang disalurkan oleh Pemerintah Venezuela kala itu meliputi dana kemanusiaan yang bernilai sekitar 2 juta dolar Amerika Serikat, bantuan untuk perbaikan infrastruktur, penyediaan layanan medis, hingga penanganan darurat bagi para korban yang selamat. 

Seluruh kontribusi tersebut menjadi bagian krusial dalam program rehabilitasi serta rekonstruksi wilayah Aceh setelah diterjang bencana.

Di samping memanjatkan doa, Pemerintah Aceh pun membuka kesempatan bagi warga masyarakat yang berkeinginan memberikan kontribusi nyata lewat donasi kemanusiaan. 

“Ini berkaitan dengan tragedi kemanusiaan. Jika memiliki kemampuan, silakan memberi bantuan kemanusiaan untuk Venezuela yang sedang berduka,” ujar Nurlis. 

Seruan ini menjadi sebuah pengingat bersama bahwa solidaritas global tidak dibatasi oleh sekat wilayah ataupun waktu. Dukungan yang dahulu diterima oleh Aceh kini bertransformasi menjadi landasan moral untuk menyalurkan kepedulian yang sama kepada pihak lain yang sedang membutuhkan.

Salah satu bukti autentik dari hubungan kemanusiaan yang kuat antara Aceh dan Venezuela dapat dilihat dari berdirinya Politeknik Indonesia Venezuela (Poliven) yang terletak di Kabupaten Aceh Besar. Sampai dengan saat ini, institusi pendidikan tersebut masih aktif beroperasi dan terus berkontribusi mencetak sumber daya manusia unggul di Aceh. 

"Nama Venezuela pada kampus tersebut merupakan bentuk apresiasi atas bantuan dan kerjasama kemanusiaan dari pemerintah Venezuela pada masa rekonstruksi pasca Tsunami Aceh 2004 silam," demikian Nurlis Effendi.

Kehadiran Poliven menjadi sebuah simbol nyata dari ikatan persahabatan serta solidaritas yang sudah terbangun kuat di antara kedua wilayah sejak masa-masa sulit pascabencana. 

Di sisi lain, Pemerintah Indonesia lewat Kementerian Luar Negeri juga sudah mengonfirmasikan rasa duka cita yang mendalam kepada pihak pemerintah serta rakyat Venezuela. Indonesia kini resmi bergabung bersama 24 negara lainnya untuk menyalurkan dukungan kemanusiaan di tingkat internasional.

Terkini