Kinerja IHSG Terkoreksi Sepekan, Investor Asing Lakukan Aksi Jual

Sabtu, 04 Juli 2026 | 19:12:31 WIB
Sepekan IHSG Melemah 0,35%, Asing Catatkan Net Sell Rp74,42 Triliun [FOTO: NET].

JAKARTA - Kinerja pasar saham di Indonesia terpantau melemah selama periode perdagangan sepekan, yakni dari tanggal 29 Juni hingga 3 Juli 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir melemah tipis dibandingkan posisi pekan sebelumnya, di tengah melambatnya aktivitas perdagangan serta masih tingginya aksi jual oleh investor asing sepanjang tahun ini.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode 28 Juni hingga 3 Juli 2026, IHSG mengalami koreksi sebesar 0,35% dalam sepekan menjadi 5.875,780, turun dari posisi 5.896,134 pada penutupan pekan sebelumnya. Penurunan indeks tersebut turut diikuti oleh penyusutan kapitalisasi pasar sebesar 0,14% menjadi Rp10.287 triliun, dari sebelumnya Rp10.302 triliun pada pekan lalu.

Tidak hanya indeks yang mengalami pelemahan, aktivitas transaksi di Bursa juga mencatatkan perlambatan yang cukup signifikan. Rata-rata nilai transaksi harian menjadi bagian yang mengalami penurunan paling dalam, yakni sebesar 35,90% menjadi Rp11,27 triliun dari Rp17,58 triliun pada pekan sebelumnya.

Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian merosot 30,35% menjadi 17,54 miliar lembar saham, dibandingkan 25,18 miliar lembar saham pada periode sebelumnya. Rata-rata frekuensi transaksi harian juga menyusut 16,71% menjadi 1,44 juta kali transaksi dari posisi 1,73 juta kali transaksi.

Meskipun demikian, pada hari perdagangan terakhir pekan ini, investor asing masih membukukan beli bersih (net buy) senilai Rp6,08 miliar. Akan tetapi, secara akumulatif sejak awal tahun 2026, investor asing masih mencatatkan jual bersih (net sell) yang mencapai Rp74,42 triliun.

Pada awal pekan ini, BEI juga telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026. Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui seluruh agenda yang diajukan, meliputi pengesahan Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Tahun Buku 2025, penunjukan Akuntan Publik untuk Tahun Buku 2026, serta pengangkatan dan penetapan remunerasi Direksi Perseroan untuk masa bakti 2026–2030.

Melalui jajaran direksi baru, BEI menegaskan komitmennya untuk melanjutkan reformasi pasar, memperkuat resiliensi infrastruktur, dan mempercepat transformasi menuju pasar modal yang modern, inklusif, serta berdaya saing global.

Terkini