Bank Mantap Siapkan Produk dan Ekosistem Kesehatan bagi Kaum Lansia

Sabtu, 04 Juli 2026 | 19:17:02 WIB
Antisipasi 70 Juta Lansia pada 2045, Bank Mantap Siapkan Strategi Baru [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) telah merancang berbagai strategi dalam menghadapi lonjakan populasi penduduk lanjut usia (lansia) dalam dua dekade mendatang. 

Perseroan menilai pergeseran struktur demografi Indonesia menjadi aging society akan melahirkan kebutuhan layanan keuangan yang berbeda dari saat ini.

Direktur Utama Bank Mantap, Panji Irawan, menyampaikan bahwa populasi senior citizen saat ini telah mencapai sekitar 35 juta jiwa atau setara 12,3% dari total penduduk Indonesia. Angka tersebut diprediksi terus meningkat menjadi sekitar 50 juta jiwa pada tahun 2030 dan mencapai 60—70 juta jiwa pada tahun 2045.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi alasan Bank Mandiri Taspen mendapat mandat dari pemegang saham untuk menjadi bank yang secara khusus melayani kebutuhan masyarakat usia lanjut.

“Stakeholders menginginkan ada satu bank yang dalam naungan bank milik negara, bank milik pemerintah, yang spesifik mengurusi mengenai senior citizen. Itulah kami,” kata Panji dalam Media Gathering di Ubud, Bali, Jumat malam (3/7/2026).

Panji menilai, industri perbankan tidak memiliki pilihan selain mulai mempersiapkan diri menghadapi perubahan demografi tersebut. 

Ia memandang, kebutuhan layanan keuangan masyarakat lansia ke depan tidak lagi terbatas pada penyaluran kredit pensiun, melainkan mencakup berbagai layanan yang mampu menopang kualitas hidup setelah memasuki masa pensiun.

Sebagai langkah awal, Bank Mandiri Taspen sedang mengembangkan layanan digital agar para pensiunan tidak perlu selalu datang ke kantor cabang untuk melakukan autentikasi sebelum pencairan dana pensiun. Perseroan juga memiliki aplikasi Movin by Bank Mandiri Taspen, yang diharapkan dapat mempermudah proses tersebut.

Selain digitalisasi layanan, Bank Mantap juga membuka peluang membangun ekosistem bagi nasabah senior melalui kerja sama dengan rumah sakit, penyedia asuransi kesehatan, serta pengembangan berbagai produk keuangan baru yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat lanjut usia.

Panji mengatakan perseroan juga mempelajari berbagai model layanan yang telah diterapkan di luar negeri. Selama sesuai dengan ketentuan regulator, konsep tersebut akan diadaptasi dan diintegrasikan ke dalam sistem Bank Mantap, termasuk melalui kanal digital.

Ia menambahkan, peningkatan populasi lansia juga akan mendorong tumbuhnya berbagai layanan pendukung, mulai dari hunian khusus lansia hingga fasilitas kesehatan untuk penyakit degeneratif seperti demensia. 

Dalam ekosistem tersebut, Bank Mantap berupaya mengambil peran sebagai penyedia layanan pembiayaan, sistem pembayaran, serta dukungan keuangan bagi berbagai pihak yang terlibat dalam pelayanan masyarakat lansia.

“Inilah masa di mana kami sama-sama secara industri untuk mempersiapkan masa-masa seperti itu,” pungkasnya.

Terkini