JAKARTA – Sinar Mas Land (SML) kian mengukuhkan peran BSD City di Tangerang, Banten, sebagai kawasan terpadu skala internasional yang menjadi pusat inovasi, pendidikan, serta pembangunan berkelanjutan di tanah air. Langkah strategis ini diwujudkan melalui kemitraan bersama Monash University dan Universiti Kebangsaan Malaysia.
Irawan Harahap selaku CEO Digital Tech Ecosystem & Development SML di Tangerang, Sabtu, menjelaskan bahwa kolaborasi dengan Monash University Indonesia berfokus pada sektor pendidikan, penelitian, serta pembentukan talenta digital dan kecerdasan buatan (AI).
Kemitraan tersebut menjadi bentuk dukungan Monash University Indonesia bagi rencana SML membangun AI Center of Excellence di BSD City, sekaligus menjadi titik awal terciptanya inovasi AI yang sesuai dengan keperluan industri, masyarakat masa depan, dan kota pintar.
Ikatan kerja sama tersebut diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman oleh Deputy Group CEO Investment International Tech & Emerging SML, Ferdinand Sadeli, bersama Pro Vice-Chancellor and President Monash University Indonesia, Professor Matthew Nicholson.
Pada momen yang sama, SML juga menyepakati surat pernyataan minat kerja sama dengan Universiti Kebangsaan Malaysia. Kesepakatan ini menjadi penanda rencana kolaborasi di bidang akademis, penjajakan riset, inovasi, serta sektor medis dan kesehatan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) ETKI BSD City.
Prosesi penandatanganan Letter of Intent (LOI) tersebut dijalankan oleh Ferdinand Sadeli bersama Vice-Chancellor Universiti Kebangsaan Malaysia, Professor Dato’ DR. Sufian bin Jusoh.
Menurut Irawan, kawasan BSD City kini telah menjadi basis bagi 233 lebih lembaga pendidikan, yang mencakup minimal 64 jenjang prasekolah, 150 sekolah dasar hingga menengah atas, serta 9 perguruan tinggi.
Sejumlah institusi berskala internasional yang telah aktif di BSD City antara lain Monash University Indonesia, ACS Jakarta, Wellington College Independent School Jakarta, hingga Binus ASO, berdampingan dengan beragam penyedia pendidikan tingkat nasional maupun global.
"Ekosistem pendidikan yang lengkap ini semakin memperkuat posisi BSD City sebagai kawasan masa depan yang mendukung pengembangan talenta, inovasi, dan daya saing global," katanya dalam keterangan.
Pada bulan Juni lalu, BSD City didapuk menjadi tuan rumah agenda Global Sustainable Development Congress (GSDC). Perhelatan ini mengumpulkan ribuan tokoh dunia dalam sebuah forum besar yang diorientasikan untuk menelurkan solusi krusial bagi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB.
Dalam agenda internasional ini, SML lewat Digital Hub bertindak sebagai Headline Partner yang bersinergi dengan Times Higher Education (THE) demi menyambut sekitar 5.000 partisipan dari 120 negara.
Digital Hub Sinar Mas Land pun turut menerima kunjungan dari 20 lebih delegasi internasional GSDC 2026 dalam agenda wisata kota serta showcase di area BSD City dan D-HUB SEZ.
Seluruh delegasi dipandu untuk menyaksikan langsung transformasi BSD City sebagai World-Class Education and Innovation Township, yang mengintegrasikan berbagai lembaga pendidikan kelas dunia, sarana riset, ruang kolaborasi industri, hingga implementasi konsep pembangunan hijau.
Keterlibatan BSD City sebagai tuan rumah GSDC 2026 menegaskan posisi Indonesia yang semakin diperhitungkan dalam jejaring kerja sama global di bidang teknologi, pendidikan tinggi, serta pembangunan berkelanjutan.
"Melalui sinergi lintas sektor dan kemitraan internasional yang terus berkembang, BSD City diharapkan dapat menjadi model kota masa depan yang mengintegrasikan pendidikan berstandar tinggi, inovasi teknologi, dan keberlanjutan lingkungan dalam satu ekosistem yang terhubung," katanya.