Panjat Tebing Indonesia Raih 4 Medali di Krakow 2026

Senin, 06 Juli 2026 | 16:04:31 WIB
Atlet panjat tebing Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi. [Foto: instagram/@desakmaderita01]

JAKARTA - Pasukan panjat tebing Indonesia berhasil mengamankan empat medali yang terdiri atas satu emas, satu perak, dan dua perunggu pada ajang World Climbing Series Krakow 2026. 

Kompetisi ini mementaskan lima nomor disiplin speed dan berlangsung di Polandia, 3-5 Juli. Desak Made Rita Kusuma Dewi tampil sebagai pilar paling bersinar di skuad Indonesia lewat sumbangan tiga medali, masing-masing satu emas, satu perak, serta satu perunggu.

Medali emas dikantongi Desak seusai menjadi yang tercepat pada nomor perseorangan putri berkat torehan waktu 6,54 detik. 

Pemanjat dari Bali tersebut menumbangkan andalan tuan rumah Natalia Kalucka yang harus puas dengan perak setelah mencatatkan 6,62 detik, sementara peringkat ketiga dihuni Emma Hunt dari Amerika Serikat dengan waktu 11,37 detik.

Desak turut mendulang medali perak di nomor estafet campuran ketika berduet dengan Antasyafi Robby Al Hilmi. 

Pasangan Robby/Desak yang berlaga di bawah bendera Indonesia 2 menorehkan waktu 11,30 detik di babak final, namun keunggulan tetap milik duet Amerika Serikat Samuel Watson/Emma Hunt yang mencetak rekor dunia lewat waktu 10,89 detik.

Sebelum menembus partai puncak, Robby/Desak juga sempat memperbarui rekor Asia berkat catatan 11,19 detik di babak semifinal.

Satu medali perunggu tambahan diraih Desak saat turun di nomor estafet putri berpasangan dengan Rajiah Sallsabillah. 

Duet Desak/Rajiah menyisihkan pasangan Spanyol Leslie Adriana Romero Perez/Carla Martinez Vidal dalam perebutan medali perunggu melalui catatan waktu 13,14 detik dibanding 13,52 detik.

Podium pertama di nomor ini diklaim oleh pasangan China Zhou Yafei/Deng Lijuan yang membukukan waktu 12,89 detik sekaligus menajamkan rekor dunia. Mereka menyisihkan duet Polandia Aleksandra Kalucka/Natalia Kalucka yang meraih perak lewat catatan 14,00 detik.

Medali perunggu lainnya untuk skuad Indonesia disumbangkan oleh Raharjati Nursamsa pada nomor perseorangan putra dengan catatan waktu 4,79 detik. 

Posisi tersebut berada di bawah pemilik emas Samuel Watson asal Amerika Serikat (4,60 detik) dan Zhao Yicheng asal China yang meraih perak (4,69 detik).

Sektor estafet putra menjadi satu-satunya nomor pada World Climbing Series Krakow 2026 yang tidak menghasilkan medali bagi delegasi Indonesia. 

Capaian paling tinggi diraih oleh Raharjati/Robby yang menembus babak perebutan tempat ketiga, namun mereka hanya mampu mengukir catatan waktu 13,55 detik, sehingga merelakan podium ketiga kepada duet Ukraina Hryhorii Ilchyshyn/Yaroslav Tkach (10,73 detik).

Hasil tersebut terbilang sedikit antiklimaks bagi Raharjati/Robby yang pada babak kualifikasi sempat menduduki peringkat kedua lewat torehan waktu 10,23 detik. 

Podium utama nomor estafet putra akhirnya dikuasai pasangan China Long Jianguo/Chu Shouhong (11,07 detik) setelah menundukkan utusan Amerika Serikat Samuel Watson/Zach Hammer (11,72 detik) pada laga final.

Para pemanjat Indonesia lainnya masih belum berhasil mempersembahkan performa tertinggi di Krakow. Kadek Adi Asih dan Rajiah yang melaju ke putaran final berbekal waktu masing-masing 6,512 detik dan 6,592 detik, langkahnya harus terhenti pada fase perempat final.

Aditya Tri Syahria, Robby, serta Veddriq Leonardo mengemas catatan waktu kualifikasi 4,873 detik, 5,160 detik, dan 5,223 detik untuk menembus putaran final nomor perseorangan putra. 

Kendati demikian, Aditya terjegal di semifinal, sementara Robby dan Veddriq sama-sama menyudahi perjuangan di babak 16 besar.

Raharjati/Rajiah yang berkompetisi sebagai Indonesia 1 pada nomor estafet campuran sempat menembus babak perebutan medali perunggu. 

Sayangnya, mereka hanya mampu menorehkan waktu 11,35 detik sehingga merelakan tempat ketiga dikuasai oleh duet China Zhou Yafei/Zhao Yicheng (11,17 detik).

Sementara itu, duet Kadek Adi Asih/Bertdighna Devi Surya Kusuma yang membalap di nomor estafet putri harus puas mengakhiri kompetisi di peringkat ke-20 karena gagal mencatatkan waktu akibat terjatuh (fall).

Melalui hasil-hasil ini, Indonesia menempati peringkat ketiga dalam klasemen perolehan medali. 

Skuad China keluar sebagai juara umum dengan koleksi dua emas, satu perak, dan satu perunggu. Torehan serupa juga diraih oleh Amerika Serikat yang bertengger di peringkat kedua.

Di sisi lain, Polandia mengamankan urutan keempat lewat koleksi dua perak, sedangkan Ukraina berada di posisi kelima dengan raihan satu perunggu.

Terkini