Fokus pada Keamanan, Pansus Papua DPD Mulai Bahas Masalah Konflik

Senin, 06 Juli 2026 | 19:35:31 WIB
Yorrys Raweyai selaku Wakil Ketua DPD RI yang juga Ketua Pansus Papua DPD RI. (Foto: NET)

JAKARTA - Komitmen untuk berfokus pada masalah kenyamanan serta keamanan warga Papua ditegaskan oleh Panitia Khusus (Pansus) Penanganan Konflik dan Kemanusiaan Papua DPD RI.

Langkah ini diambil menanggapi kejadian dalam beberapa waktu belakangan, seperti penembakan yang menewaskan pilot asal Amerika Serikat oleh kelompok bersenjata di Yahukimo, Papua Pegunungan, serta meninggalnya seorang ibu hamil karena terkena peluru di Intan Jaya, Papua Tengah.

Yorrys Raweyai selaku Wakil Ketua DPD RI yang juga Ketua Pansus Papua DPD RI menjelaskan dalam konferensi pers di kompleks parlemen, Jakarta, bahwa pansus melangsungkan rapat pertama mereka pada hari Senin ini sejak resmi dibentuk pada Mei kemarin.

“Kita baru menetapkan keanggotaan, terus kemudian hari ini kita mulai jadwal untuk pembahasan, menginventarisir semua persoalan-persoalan yang terjadi di Papua karena ini bukan masalah baru,” ucap dia.

Guna menyusun rekomendasi kebijakan yang menyeluruh, Yorrys mengimbuhkan bahwa pihak pansus akan mengundang jajaran pemangku kepentingan terkait demi mendalami masalah di Papua sekaligus menjalankan advokasi ke daerah.

Di sisi lain, Eka Kristina Yeimo selaku anggota DPD RI menyatakan bahwa rangkaian peristiwa tragis di Papua tidak boleh diabaikan begitu saja. Perhatian serius wajib diberikan oleh semua pihak, tak terkecuali pemerintah serta wakil rakyat.

“Pansus Papua DPD RI akan memfokuskan diri pada persoalan keamanan dan kenyamanan masyarakat Papua yang sedang terusik oleh aksi-aksi kekerasan oleh siapa pun pihak yang diduga terlibat,” kata dia.

Senator dari daerah pemilihan Papua Tengah tersebut mengutarakan bahwa Pansus Papua DPD RI pun berupaya menjadi jembatan bagi keresahan serta kegelisahan warga Papua terkait hak-hak mereka yang dinilai belum terakomodasi secara optimal.

“Sebab, kompleksitas persoalan di Papua menunjukkan bahwa apa pun peristiwa yang sedang terjadi, tidaklah berdiri sendiri, melainkan akibat dari sejumlah sebab yang tidak terespons dengan baik,” tuturnya.

Dipaparkan oleh Yorrys, terdapat dua hal utama yang menjadi fokus tim pansus, yaitu persoalan keamanan yang mencakup dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) serta kontroversi terkait pengadaan proyek strategis nasional (PSN).

Sementara itu, Eka menyebutkan bahwa tim pansus turut memberikan perhatian pada masalah pengungsi, terutama mengenai pemenuhan hak-hak bagi kelompok rentan, mengingat konflik yang terjadi di Papua telah memaksa warga mengungsi dari rumah mereka.

Pada akhirnya, Pansus Papua DPD RI mengharapkan dukungan dari berbagai pihak agar rekomendasi yang mereka rumuskan nantinya dapat menciptakan kedamaian serta kenyamanan dalam kehidupan masyarakat Papua.

Terkini