Harga Emas Tertekan, Analis Sarankan Akumulasi Bertahap

Senin, 06 Juli 2026 | 02:24:01 WIB
Harga komoditas emas masih mengalami tekanan dalam beberapa waktu belakangan ini. (Foto: NET)

JAKARTA - Harga komoditas emas masih mengalami tekanan dalam beberapa waktu belakangan ini. Kendati demikian, prospek dari logam mulia ini dianggap tetap memikat, khususnya dalam jangka panjang selaku instrumen untuk lindung nilai.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong memproyeksikan harga emas masih memiliki potensi untuk bergerak pada rentang US$4.600 hingga US$4.800 per ons troi sampai pengujung tahun ini. 

Kendati begitu, dirinya mengingatkan jika ritme peningkatan harga emas ke depannya diprediksi bakal lebih landai apabila dibandingkan dengan dua tahun ke belakang.

"Prospek jangka panjang masih positif, tetapi kenaikan diperkirakan akan lebih bertahap," ujar Lukman, Senin (6/7/2026).

Berdasarkan pandangannya, emas pada hakikatnya bukanlah instrumen investasi yang ditargetkan demi mengejar keuntungan yang tinggi. Sebaliknya, logam mulia tersebut justru lebih berfungsi selaku aset aman atau safe haven yang menolong dalam menjaga stabilitas portofolio investasi.

"Sebagai safe haven, emas tetap menjadi bagian dari portofolio karena mampu memberikan perlindungan nilai, meski imbal hasilnya tidak sebesar instrumen berisiko," jelasnya.

Di tengah kecenderungan penurunan harga seperti saat ini, Lukman berpendapat bahwa para investor masih bisa mempergunakan momentum tersebut untuk melakukan pembelian. Walau begitu, taktik yang dianjurkan ialah dengan membeli secara mencicil atau bertahap, bukan memborong langsung dalam jumlah yang besar.

Dirinya pun mewanti-wanti bahwa secara teknikal pergerakan harga emas masih memiliki potensi untuk meneruskan koreksinya. Menurut analisisnya, wilayah batas bawah atau support berada pada kisaran US$3.800 sampai US$4.000 per ons troi.

"Di level saat ini cukup menarik untuk akumulasi bertahap, bukan all in, karena masih ada potensi penurunan," tutup Lukman.

Terkini