Bank Mantap Optimistis Masuk Kategori KBMI 3 di Tahun 2028

Senin, 06 Juli 2026 | 03:23:01 WIB
Division Head Strategic Business Development Bank Mandiri Taspen Agus. (Foto: NET)

JAKARTA — PT Bank Mandiri Taspen atau Bank Mantap membidik target untuk masuk ke dalam golongan Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 3 di tahun 2028. Hingga triwulan I/2026, perseroan masih berada di kategori KBMI 2 dengan kepemilikan modal inti senilai Rp9,34 triliun.

Division Head Strategic Business Development Bank Mandiri Taspen Agus mengungkapkan bahwa Bank Mantap sanggup memenuhi kebutuhan modalnya secara mandiri sejak tahun 2020. 

Hal ini melengkapi fase sebelumnya di mana perseroan sempat memperoleh suntikan modal dari para induk usaha, yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dan PT Taspen (Persero).

“Kalau tadi dilihat kan capital adequacy ratio-nya kan udah 30%. Jadi kita sebenarnya udah beyond secara permodalan,” kata Agus, dikutip pada Senin (6/7/2026).

Agus menambahkan bahwa akselerasi akumulasi modal ini juga ditopang oleh kebijakan rasio pembagian dividen yang tergolong kecil. 

Bank Mantap hanya mengalokasikan sekitar 10% dari total laba bersih sebagai dividen bagi para pemegang saham, sementara 90% sisanya dimasukkan kembali untuk mempertebal modal dasar.

Sampai dengan tahun 2025, Bank Mantap mencetak laba bersih senilai Rp1,58 triliun dengan perolehan modal inti yang sudah mendekati angka Rp10 triliun. 

Agar bisa melangkah naik ke KBMI 3, sebuah bank diwajibkan mengantongi modal inti paling sedikit Rp14 triliun. Agus merasa sangat yakin sasaran tersebut bisa direalisasikan pada tahun 2028. 

Di matanya, andai perolehan laba tahunan perseroan konsisten berada di level Rp1,6 triliun saja, modal inti Bank Mantap sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kriteria bank KBMI 3 dalam periode tiga tahun ke depan.

“Jadi rasa-rasanya, kami masih sangat confidence untuk bisa naik kelas KBMI 3 di 2028 dengan cara organik,” ungkapnya.

Rapor Keuangan Sepanjang Tahun 2025

Sepanjang tahun 2025, Bank Mantap sukses membukukan keuntungan bersih sebesar Rp1,58 triliun. Jumlah ini mengalami kenaikan tipis sekitar 0,22% secara tahunan (year on year/YoY) jika disandingkan dengan perolehan di tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,57 triliun.

Merujuk pada laporan keuangan resmi, pertumbuhan laba Bank Mantap disokong oleh performa pendapatan bunga bersih yang melonjak 6,51% YoY menjadi Rp3,66 triliun pada akhir 2025. Di periode tahun sebelumnya, pos pendapatan bunga bersih ini bertengger di angka Rp3,44 triliun.

Selain itu, pendapatan komisi juga ikut andil dalam mendorong grafik laba bersih sepanjang 2025. Bank Mantap mencatat pendapatan komisi mengalami kenaikan sebesar 22,44% YoY, dari posisi Rp206,12 miliar merangkak naik ke angka Rp252,36 miliar.

Melihat fungsi intermediasi, total pembiayaan atau penyaluran kredit yang dikucurkan Bank Mantap menyentuh Rp50,53 triliun, atau tumbuh 9,23% YoY dari realisasi tahun lalu sebesar Rp46,26 triliun. 

Di waktu yang bersamaan, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) korporasi melesat 12,71% YoY menjadi Rp55,03 triliun dari pencapaian tahun lalu yang sebesar Rp48,82 triliun.

Laju pertumbuhan DPK di tahun 2025 ini secara dominan dipicu oleh kenaikan simpanan berjangka (deposito) serta tabungan. Data mencatat pos simpanan deposito mengembang 12,76% YoY menjadi Rp42,20 triliun dan pos tabungan melompat 19,48% YoY menjadi Rp12,39 triliun.

Terkini