Defisit APBN Semester I-2026 Capai Rp 196,5 Triliun

Selasa, 07 Juli 2026 | 20:14:01 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: NET)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sepanjang Semester I-2026 mencatatkan defisit hingga Rp 196,5 triliun, atau setara dengan 0,76% dari Produk Domestik Bruto (PDB). 

Angka defisit ini membengkak jika dibandingkan dengan posisi pada Mei 2026 yang tercatat sebesar Rp 180,4 triliun atau 0,70% terhadap PDB jika disandingkan dengan bulan April 2026. 

Meski demikian, secara perhitungan turunan, angka ini menunjukkan penurunan sebesar 3,8% secara year on year (yoy) dari posisi semester I-2025 yang kala itu menyentuh 0,84% PDB.

Pemicu melebarnya defisit APBN ini adalah perolehan pendapatan negara yang belum mampu mengimbangi melonjaknya kebutuhan belanja negara yang tumbuh secara signifikan. 

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan bahwa realisasi pendapatan negara sampai akhir Semester I-2026 baru menyentuh Rp 1.459,4 triliun, atau setara 46,3% dari target keseluruhan tahun ini yang dipatok pada angka Rp 3.153,6 triliun. 

Walau begitu, capaian pendapatan negara ini sebenarnya masih tumbuh positif sebesar 21,4% yoy.

"Kinerja pendapatan dipengaruhi oleh peningkatan aktivitas ekonomi, peningkatan pengawasan dan tata kelola pajak bea dan cukai, serta peningkatan layanan kementerian/lembaga dan BLU," ujar Purbaya dalam Rapat Banggar DPR RI, Selasa (7/7/2026).

Di sisi lain, realisasi belanja negara tercatat sudah menggelontorkan dana sebesar Rp 1.656 triliun, atau menguras 43,1% dari target pagu APBN yang ditetapkan. Nilai belanja tersebut juga merangkak naik sebesar 17,8% yoy. 

Merujuk pada performa APBN tersebut, posisi keseimbangan primer masih mencatatkan hasil positif dengan surplus senilai Rp 85,1 triliun. Sementara itu, untuk realisasi di sektor pembiayaan anggaran telah menembus Rp 452 triliun, atau sudah memenuhi 65,6% dari total target APBN 2026.

Terkini