Sore Ini, Rupiah Ditutup Menguat 0,11 Persen ke Level Rp17.975

Selasa, 07 Juli 2026 | 00:07:31 WIB
Rupiah Hari Ini Diprediksi Tertekan di Kisaran Rp17.950-Rp18.050 [FOTO: NET].

JAKARTA — Laju nilai tukar rupiah diperkirakan masih berada di bawah bayang-bayang tekanan dengan rentang pergerakan antara Rp17.950 sampai Rp18.050 per dolar AS pada hari ini, Selasa (7/7/2026).

 Merujuk laporan analisis Doo Financial Futures, mata uang rupiah ditutup melemah sebesar 0,18% ke posisi Rp17.995 per dolar AS pada perdagangan Senin (6/7/2026).

Langkah pelemahan mata uang Garuda terhadap dolar AS tersebut turut diikuti oleh sebagian besar mata uang di zona Asia lainnya. 

Koreksi terdalam terhadap dolar AS dipimpin oleh yen Jepang yang menyusut sebesar 0,56%, diikuti baht Thailand yang merosot sebesar 0,39%, dolar Taiwan yang terdepresiasi sebesar 0,29%, serta rupee India terhadap dolar AS yang ikut terpantau turun sebesar 0,23%.

Berikutnya, ringgit Malaysia terhadap dolar AS melemah 0,17%, disusul yuan China yang turun sebesar 0,16%, won Korea yang terkoreksi sebesar 0,13%, serta dolar Singapura dan peso Filipina terhadap dolar AS yang kompak menderita pelemahan masing-masing sebesar 0,11%. 

Sebaliknya, mata uang dolar Hong Kong terhadap dolar AS terpantau mampu merangkak naik tipis sebesar 0,01%.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong berpendapat bahwa nilai tukar rupiah kembali terbebani hingga hampir menyentuh level psikologis baru di angka Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) karena kombinasi sentimen dari eksternal maupun domestik. 

Para pelaku pasar saat ini tengah menyoroti publikasi data cadangan devisa (cadev) yang diproyeksikan bakal menjadi salah satu stimulus penentu arah pergerakan mata uang rupiah dalam jangka pendek.

Selain berhulu dari sentimen global, tekanan bagi rupiah juga dipicu oleh sikap pasar yang masih mencermati rilis peringatan dari lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings terkait potensi penurunan peringkat kredit Indonesia, yang memicu sikap kehati-hatian para pemodal terhadap aset-aset dalam negeri.

Di lain pihak, para investor memilih untuk bersikap wait and see menanti peluncuran beberapa data ekonomi penting yang dijadwalkan rilis sepanjang minggu ini. Deretan indikator yang menjadi pusat perhatian pasar tersebut meliputi data cadangan devisa, angka penjualan ritel, hingga indeks kepercayaan konsumen.

"Investor mengantisipasi rilis data-data ekonomi penting domestik pada pekan ini," ujarnya, Senin (6/7/2026).

Sederet indikator tersebut dinilai bakal menyajikan gambaran utuh mengenai ketahanan sektor eksternal sekaligus kondisi permintaan di pasar domestik. Secara regional, pelemahan rupiah juga selaras dengan dinamika mata uang Asia lainnya yang mayoritas mengalami depresiasi cukup dalam sebagai dampak dari perkasanya indeks dolar AS.

Untuk proyeksi perdagangan besok, atensi utama para pelaku pasar bakal tertuju pada rilis raihan cadangan devisa Indonesia. Hal ini dikarenakan tren penurunan cadangan devisa di periode sebelumnya ikut menjadi salah satu poin evaluasi Fitch Ratings terhadap profil kredit Indonesia.

Pada momen yang sama, arah pergerakan dolar AS juga bakal dipengaruhi oleh peluncuran data dinamika sektor jasa Amerika Serikat lewat indeks ISM Services PMI. 

Secara historis, indikator terkait dalam beberapa rentang waktu terakhir menunjukkan performa yang cukup solid sehingga berpeluang kembali menyokong penguatan dolar AS apabila realisasinya berada di atas ekspektasi pasar.

15:01 WIB Rupiah Ditutup Menguat 0,11%

Nilai tukar rupiah ditutup menguat 0,11% atau terapresiasi 19 poin menuju ke posisi Rp17.975 per dolar AS pada sesi penutupan perdagangan hari ini, Selasa (7/7/2026). Sementara itu, indeks dolar AS yang menjadi alat ukur kekuatan greenback terpantau menguat 0,11% menuju ke level 100,96.

12:31 WIB Rupiah Menguat 0,08%

Nilai tukar rupiah terpantau bergerak menguat sebesar 0,08% atau bertambah 14 poin ke posisi Rp17.980 per dolar AS pada pukul 12.29 WIB.

09:29 WIB Rupiah Dibuka Menguat Tipis 0,03%

Menyandarkan pada data riset Doo Financial Futures pada pukul 09.05 WIB, mata uang rupiah dibuka merangkak naik tipis senilai 0,03% ke posisi Rp17.990. Selain performa positif rupiah atas dolar AS, penguatan juga melanda sebagian besar mata uang di kawasan Asia lainnya. 

Lonjakan tertinggi terhadap dolar AS dikomandoi oleh yen Jepang yang berhasil terapresiasi sebesar 0,16%, diikuti ringgit Malaysia yang terkerek naik 0,15%, serta disusul won Korea yang menguat di angka 0,14%.

Terkini