Perkuat Bisnis Inti, TLKM Rampingkan 10 Entitas Anak Usaha

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:23:02 WIB
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM). (Foto: NET)

JAKARTA - PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) telah menyelesaikan proses penyederhanaan atau streamlining terhadap 10 entitas anak usahanya sepanjang semester I-2026. 

Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk bertransformasi menjadi strategic holding sekaligus mempertegas fokus pada sektor telekomunikasi dan bisnis digital.

Proses penataan portofolio tersebut dieksekusi lewat metode divestasi, merger, hingga likuidasi. Melalui kebijakan ini, manajemen berharap bisa membentuk struktur grup yang jauh lebih ramping, efisien, dan mampu memaksimalkan nilai investasi pada sektor bisnis inti perusahaan.

Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji, mengungkapkan bahwa langkah penataan ulang portofolio ini merupakan bagian dari komitmen untuk menciptakan organisasi yang lebih dinamis serta meningkatkan daya saing di tengah ketatnya perkembangan industri digital.

"Transformasi tidak hanya diwujudkan melalui pengembangan kapabilitas bisnis, tetapi juga keberanian untuk menata kembali organisasi agar semakin fokus pada bisnis inti yang menjadi kekuatan utama," ujar Seno dalam keterangan resmi, Senin (6/7/2026).

Sampai dengan akhir Juni 2026, TLKM tercatat sudah menuntaskan divestasi pada dua entitas lewat penandatanganan Sale and Purchase Agreement (SPA). Di samping itu, perusahaan juga telah merampungkan penggabungan atau merger dua entitas guna mengoptimalkan kapabilitas bisnis.

Langkah penataan ini digenapi dengan tindakan likuidasi terhadap enam entitas yang berada di bawah payung TelkomGroup. Seno menjelaskan keputusan ini diambil setelah mengevaluasi aspek relevansi bisnis, operasional, serta dampak kontribusi tiap-tiap entitas terhadap visi jangka panjang grup.

Ia menambahkan bahwa pengurangan jumlah anak usaha bukanlah tujuan utama dari penyederhanaan portofolio ini, melainkan untuk menegakkan struktur bisnis yang lebih sehat, memicu sinergi antar-segmen, dan menghasilkan pertumbuhan nilai investasi dalam jangka panjang.

"Dengan portofolio yang lebih fokus dan struktur organisasi yang lebih efisien, kami dapat memperkuat sinergi antar OpCo dan mendorong pertumbuhan yang lebih berkelanjutan," kata dia.

Untuk memantapkan langkah ke depan, TLKM bakal memperkokoh implementasi model Holding Company-Operating Company (HoldCo-OpCo). 

Lewat skema struktural ini, perusahaan induk akan mengarahkan fokusnya pada pengelolaan portofolio, sementara urusan operasional sepenuhnya diserahkan kepada tiap-tiap perusahaan operasi.

Seno memastikan bahwa seluruh rangkaian proses restrukturisasi ini dijalankan secara bertahap dengan tetap memprioritaskan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance). 

Adapun penyesuaian di sektor sumber daya manusia diakomodasi secara sukarela melalui program pensiun dini atau Early Retirement Program.

Terkini