Fokus Kejuaraan Dunia Junior, PBSI Evaluasi Taktik dan Mental

Selasa, 07 Juli 2026 | 05:21:32 WIB
Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI). (Foto: NET)

JAKARTA - Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) tengah memusatkan perhatian untuk memperbaiki berbagai kelemahan menjelang World Junior Championships (WJC) 2026. 

Langkah ini diambil demi meraih hasil yang lebih maksimal daripada capaian sebelumnya, sebagaimana disampaikan oleh Manajer Tim Indonesia untuk ajang tersebut, Eskar Denatara.

"Saat menghadapi Korea di fase grup, anak-anak mampu memanfaatkan momentum dengan baik sehingga berhasil meraih kemenangan," kata Eskar dalam keterangan PBSI pada Selasa (7/7/2026).

"Sebaliknya saat melawan Malaysia dan Thailand, kami kehilangan beberapa poin penting pada momen-momen krusial,” ujar Eskar.

Eskar berpendapat bahwa aspek teknik, fisik, beserta mental para atlet Indonesia sebenarnya sudah cukup bersaing. Kendati demikian, masih ada evaluasi mendalam yang mesti dituntaskan terkait strategi bertanding, ketenangan di lapangan, serta pengalaman bertanding di kancah internasional.

Sementara itu pada kategori individu, skuad Merah Putih berhasil meloloskan tujuh perwakilan ke fase perempat final. Sektor tunggal putra menjadi penyumbang pencapaian tertinggi lewat Fardhan Joe yang sukses membawa pulang medali perak, sebuah peningkatan setelah sebelumnya hanya meraih medali perunggu.

Di sektor putri, Ester memberikan evaluasi mengenai pentingnya mendongkrak kekuatan fisik, terutama faktor daya tahan, supaya para atlet dapat tampil konsisten saat bersaing di level Asia.

Lalu pada sektor ganda putra, poin utama yang menjadi fokus perbaikan adalah kapasitas dalam mengatasi tekanan serta ketepatan mengambil keputusan di saat-macam poin kritis.

Eskar pun membagikan catatan krusial mengenai peta kekuatan negara-negara pesaing yang mengalami kemajuan sangat pesat, sehingga membuat peta persaingan di kelas junior Asia kini jauh lebih berimbang dan ketat.

“Kami harus terus meningkatkan kualitas pembinaan agar mampu mengikuti perkembangan persaingan yang semakin ketat,” katanya.

Terkini