D-8 Targetkan Perdagangan US$500 Miliar di Halal Expo 2026

Rabu, 08 Juli 2026 | 00:12:31 WIB
Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Anis Matta. (Foto: NET)

JAKARTA — Developing 8 Organization for Economic Cooperation (D-8) mematok target lonjakan nilai perdagangan antarnegara anggotanya—yang meliputi Indonesia, Azerbaijan, Bangladesh, Iran, Malaysia, Mesir, Nigeria, Pakistan, dan Turki—hingga menyentuh US$500 miliar atau setara Rp9.032,5 triliun (berdasarkan asumsi kurs Rp18.065 per dolar AS) menjelang tahun 2030.

Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Anis Matta mengutarakan bahwa pihak pemerintah tengah berupaya memacu pertumbuhan ekonomi domestik melalui penguatan integrasi ekonomi antara Indonesia dan negara-negara Islam sedunia.

“Di tengah berbagai tantangan ekonomi global, Indonesia terus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satu jalannya adalah dengan memperkuat integrasi ekonomi Indonesia dengan dunia Islam, termasuk melalui pengembangan ekonomi halal,” kata Anis dalam pembukaan D-8 Halal Expo Indonesia 2026 di Jakarta, Rabu (8/7/2026).

Dipaparkan oleh Anis, negara-negara yang tergabung dalam D-8 kini tengah mengubah pola pendekatan dalam hubungan internasional mereka, tidak terkecuali pada sektor ekonomi. 

Anis mengemukakan bahwa aspek identitas menjadi salah satu poin pertimbangan krusial dalam konstelasi hubungan internasional masa kini.

“Kami di D-8 ini disatukan oleh identitas yang sama, sejarah yang sama, tapi juga yang lebih penting dari itu adalah potensi ekonomi yang sangat besar,” tuturnya.

Demi menghadirkan nilai tambah ekonomi bagi tiap-tiap negara anggota, Anis menjelaskan bahwa D-8 sedang mengurai beragam hambatan perdagangan, mulai dari persoalan tarif, logistik, sampai sinkronisasi regulasi. 

Melalui langkah tersebut, sasaran pertumbuhan nilai perdagangan di level US$500 miliar optimis bisa diraih pada 2030 nanti.

“Ini angka yang sangat besar, sekarang sudah ada di angka US$150 miliar sampai US$160 miliar dolar. Saya kira ini satu kemajuan yang pesat,” ujar Anis.

Sementara itu, pelaksanaan D-8 Halal Expo Indonesia 2026 ini merupakan agenda yang terintegrasi dalam rangkaian masa keketuaan Indonesia di D-8 untuk periode 2026-2027. 

Ajang ini diposisikan sebagai wadah primer bagi para pelaku usaha, sektor industri, penanam modal, serta otoritas pengambil kebijakan demi mengokohkan rantai nilai halal di lingkungan D-8 sekaligus membuka interkoneksi yang lebih luas menuju pasar global.

Bermacam sektor unggulan seperti produk makanan dan minuman, kosmetik, fesyen, produk obat-obatan, sektor pariwisata, industri keuangan, hingga penyedia jasa digital diproyeksikan mampu mempertegas kemitraan ekonomi sekaligus memicu perluasan kolaborasi business-to-business (B2B) lewat momentum D-8 Halal Expo Indonesia tersebut.

Terkini