Waktu Olahraga Terbaik untuk Jantung Sesuai Jam Biologis

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:10:32 WIB
Ilustrasi - Seorang yang sedang berolahraga. (Foto: NET)

JAKARTA - Sebagian individu lebih memilih untuk melakukan aktivitas olahraga pada pagi hari demi kesegaran tubuh, sementara sebagian lainnya merasa performa olahraga mereka jauh lebih optimal di sore atau malam hari. 

Sebuah riset terkini mengungkapkan bahwa tidak ada satu waktu yang seragam dan berlaku efektif untuk setiap orang.

Efektivitas waktu berolahraga dalam menjaga kesehatan organ jantung rupanya sangat bergantung pada chronotype masing-masing individu, yaitu kecenderungan biologis tubuh untuk lebih aktif di pagi atau malam hari.

Riset ini melibatkan sebanyak 150 partisipan dengan rentang usia 40 hingga 60 tahun yang memiliki minimal satu faktor risiko penyakit jantung, contohnya kelebihan berat badan, obesitas, ataupun kondisi tekanan darah tinggi. 

Berdasarkan chronotype mereka, para peserta dipisahkan ke dalam kelompok "tipe pagi" (morning person) dan kelompok "tipe malam" (night owl). Selama periode 12 minggu, mereka diwajibkan menjalani latihan jalan cepat menggunakan treadmill selama 40 menit dengan frekuensi lima kali dalam seminggu.

Partisipan yang masuk dalam kategori tipe pagi melakukan latihan olahraga antara pukul 08.00-11.00, sedangkan partisipan tipe malam berolahraga pada pukul 18.00-21.00. 

Hasil riset memperlihatkan bahwa individu yang berolahraga selaras dengan jam biologisnya mendapatkan dampak kesehatan yang jauh lebih signifikan daripada mereka yang berlatih di luar waktu alami tubuhnya.

Dr. Arsalan Tariq, DPT, peneliti utama yang berasal dari University Institute of Physical Therapy, University of Lahore, Pakistan, menjabarkan bahwa pemilihan waktu berolahraga memegang peran yang krusial di samping intensitas dan frekuensi latihan itu sendiri.

"Kebaruan utama penelitian ini adalah menunjukkan bahwa waktu berolahraga juga penting, bukan hanya seberapa sering atau seberapa berat latihannya," ujar Dr. Tariq, seperti dikutip Everyday Health, Rabu (8/7/2026).

Sistem tubuh manusia beroperasi mengikuti ritme sirkadian yang mengendalikan fungsi jantung, metabolisme, hormon, hingga pola tidur. Oleh sebab itu, menyelaraskan jadwal berolahraga dengan ritme alami tubuh memberikan efek yang lebih bagus untuk kesehatan kardiovaskular.

“Ketika olahraga dilakukan sesuai ritme tersebut, sistem kardiovaskular bekerja lebih efisien, keseimbangan hormon menjadi lebih optimal, dan kualitas tidur ikut membaik,” jelas dia.

Kelompok peserta yang berlatih sesuai dengan chronotype mereka mengalami reduksi tekanan darah sistolik yang lebih tinggi, kenaikan kapasitas aerobik, sekaligus kualitas tidur yang jauh lebih baik bila dibandingkan dengan kelompok yang lain.

Berdasarkan penjelasan ahli jantung Dr. Cheng-Han Chen, aktivitas olahraga menjadi salah satu stimulus penanda yang membantu menjaga keteraturan ritme sirkadian tubuh. 

Ia memaparkan bahwa adanya gangguan pada jam biologis dapat mengacaukan regulasi tekanan darah, denyut nadi jantung, hingga sistem metabolisme tubuh.

"Olahraga membantu tubuh menyelaraskan sinyal biologis ritme sirkadian. Jika ritme ini terganggu dalam jangka panjang, risiko tekanan darah tinggi, obesitas, hingga penyakit jantung dapat meningkat," kata Dr. Chen.

Kendati demikian, studi ini baru memperlihatkan adanya korelasi atau hubungan saja, sehingga tetap diperlukan penelitian lebih mendalam guna memastikan penyebab langsung dari hasil temuan tersebut.

Meskipun aktivitas fisik yang disesuaikan dengan chronotype mampu memberikan khasiat ekstra, para peneliti tetap menegaskan bahwa melakukan olahraga kapan saja tetap jauh lebih bernilai daripada tidak bergerak sama sekali.

"Olahraga apa pun tetap lebih baik daripada tidak berolahraga. Saat ini kami baru mulai memahami bahwa waktu olahraga dapat membuat manfaatnya menjadi lebih optimal,” kata Dr. Chen.

Di sisi lain, Dr. Tariq mengimbau masyarakat untuk mulai memperhatikan respons serta sinyal alami dari tubuh mereka sendiri saat menetapkan jadwal untuk berolahraga.

"Cara ini dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung, memperbaiki kualitas tidur, dan membuat kebiasaan berolahraga lebih mudah dipertahankan," pungkas dia.

Terkini