Meta Rilis Muse Image, Model AI Pembuat Gambar Baru

Rabu, 08 Juli 2026 | 06:30:31 WIB
Ilustrasi - Tampilan Muse Image. (Foto: NET)

JAKARTA - Meta secara resmi meluncurkan model kecerdasan artifisial (AI) pembuat gambar teranyar mereka yang diberi nama Muse Image pada Selasa (7/7). Model ini dirancang dan dikembangkan langsung oleh divisi AI internal perusahaan, yaitu Meta Superintelligence Labs.

Berdasarkan laporan dari media teknologi TechCrunch pada Selasa (7/7), fitur yang sebelumnya memilik kode internal "Mango" ini sudah dapat dinikmati oleh publik tanpa biaya. Pengguna bisa mengaksesnya lewat platform Meta AI, aplikasi WhatsApp, serta fitur Instagram Stories.

Pihak manajemen menjelaskan bahwa cara kerja Muse Image serupa dengan model generator gambar AI pada umumnya, di mana sistem akan memproses instruksi teks (prompt) menjadi visual. 

Guna mempermudah pengguna yang sedang mencari inspirasi, raksasa teknologi ini juga melengkapi fiturnya dengan opsi preset. Kehadiran menu bawaan ini ditujukan untuk membantu "memicu ide" bagi pengguna yang kekurangan inspirasi dan tidak punya ide orisinal sendiri.

Kendati demikian, kehadiran fitur baru ini langsung memicu perbincangan hangat. Pasalnya, sistem pembuat konten visual tersebut mengizinkan pengguna untuk memanfaatkan foto dari akun Instagram pengguna lain yang tidak dikunci (publik) sebagai bahan dasar rekayasa gambar AI. 

Prosesnya pun tergolong mudah, karena seseorang hanya perlu menandai akun target agar sistem bisa mendeteksi dan mengolah foto dari akun tersebut menjadi kreasi visual baru.

Di sisi lain, mekanisme ini menimbulkan kekhawatiran karena para pemilik akun Instagram asli tidak akan menerima notifikasi apa pun saat foto pribadi mereka dicomot dan diproses oleh orang lain menjadi konten AI. 

Merespons potensi masalah tersebut, Meta menegaskan bahwa hak kontrol tetap berada di tangan pemilik konten. Pengguna bisa mengubah konfigurasi privasi di akun mereka untuk mematikan opsi pengambilan aset foto dari pihak luar.

Di luar fungsi utamanya sebagai generator gambar, Muse juga dirancang untuk mempermudah pembuatan materi promosi secara otomatis hingga membantu kebutuhan visualisasi desain interior. 

Sebagai contoh, teknologi ini dapat diaplikasikan untuk mensimulasikan kecocokan furnitur bekas di dalam area ruangan tertentu sebelum transaksi pembelian dilakukan. Fitur simulasi ini nantinya bakal diintegrasikan langsung ke dalam layanan Facebook Marketplace.

Kelebihan lain dari Muse adalah kemampuannya dalam memodifikasi gambar lewat perintah teks. Melalui instruksi tertulis, pengguna bisa memerintahkan sistem untuk menyisipkan atau menghapus objek tertentu pada foto, memproduksi ilustrasi baru, hingga mencetak kode QR kustom. 

Bersamaan dengan pengenalan Muse, Meta turut memboyong variasi efek AI teranyar di Instagram Stories yang menawarkan beragam filter serta transformasi visual foto yang menarik.

Secara umum, Meta menegaskan bahwa Muse Image dapat dimanfaatkan secara cuma-cuma untuk menunjang aktivitas pembuatan konten harian. 

Meski begitu, perusahaan tetap memberlakukan skema komersial, di mana pengguna diwajibkan membayar biaya langganan jika pemakaian fitur telah melewati batas kuota harian yang ditentukan.

Halaman :

Terkini