BNPB dan United Tractors Perkuat Kampung Tangguh Bencana

Kamis, 09 Juli 2026 | 18:50:31 WIB
PT United Tractors Tbk (UT). (Foto: NET)

JAKARTA - PT United Tractors Tbk (UT), anak perusahaan PT Astra International Tbk (Astra), menjalin kolaborasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk meningkatkan kesiapsiagaan desa binaan lewat program Training of Trainers (ToT) Kampung Tangguh Bencana (Katana).

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen sosial Grup Astra melalui UT, terutama dalam mendongkrak kemampuan warga di level desa supaya lebih sigap, responsif, dan mandiri saat menghadapi ancaman bencana.

"UT bersama BNPB berupaya memperkuat kapasitas kader desa agar mampu menjadi fasilitator, sekaligus penggerak kesiapsiagaan di masyarakat. Kami percaya bahwa masyarakat yang memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam mitigasi bencana akan lebih siap menghadapi berbagai risiko, sehingga desa binaan dapat tumbuh menjadi wilayah yang lebih tangguh, mandiri, dan berdaya," ujar Manajer CSR UT Himawan Sutanto dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (9/7/2026).

Melalui kemitraan dengan BNPB, seluruh peserta mendapatkan pembekalan wawasan serta keahlian mengenai pengurangan risiko bencana, langkah mitigasi, kesiapan, hingga tindakan respons darurat.

Agenda pelatihan tersebut melibatkan perwakilan kader Kampung Tangguh Bencana dari berbagai desa binaan UT yang berhimpun dalam Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), meliputi Desa Sumbergondo, Tulungrejo, Giripurno, Mojorejo, Gumingsir, Tawangargo, Aribaya, serta Sumbermujur.

Sepanjang lima hari program berjalan, para peserta melewati tahapan edukasi yang dipandu langsung oleh jajaran pemateri dari BNPB. 

Skema pembelajaran dikonsep sedemikian rupa agar peserta tak sekadar mengerti teori mitigasi, melainkan juga cakap mempraktikkan keahlian tersebut dalam kondisi yang sebenarnya.

Lewat pelaksanaan ToT ini, UT menginstruksikan harapan agar para lulusan pelatihan mampu bertindak sebagai fasilitator yang mengedukasi warga di sekitar mereka perihal urgensi kesiapsiagaan dan penekanan risiko bencana.

Kemunculan para kader ini diproyeksikan dapat memperkokoh budaya sadar bencana di lingkungan pedesaan, sekaligus memicu terciptanya komunitas warga yang lebih tangguh, mandiri, serta sigap berhadapan dengan bermacam potensi bencana.

Terkini