Kunjungan PM Modi Jadi Momentum Promosi Wisata Budaya Prambanan

Kamis, 09 Juli 2026 | 04:24:32 WIB
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana. (Foto: NET)

JAKARTA - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menaruh harapan besar agar kunjungan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi mampu mendongkrak popularitas Candi Prambanan, baik di pasar India maupun di kancah internasional.

"Kami berharap semakin banyak wisatawan India mengunjungi destinasi pariwisata prioritas seperti Candi Prambanan, Borobudur, dan desa-desa wisata," kata Widiyanti dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (9/7/2026).

Saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam menyambut PM Modi di Candi Prambanan, Yogyakarta pada Rabu (8/7), Widiyanti menyampaikan bahwa momen ini merupakan sarana promosi yang sangat berharga untuk memperkenalkan kekayaan pariwisata dan budaya Indonesia kepada dunia. 

Adanya kesamaan akar budaya antara Indonesia dan India dinilai menjadi modal kuat untuk menjaring wisatawan asal India, khususnya dalam sektor wisata religi dan budaya. 

Sebagai contoh, pemerintah Indonesia sejak tahun 2025 telah mengemas perayaan Siwaratri dan Mahasiwaratri sebagai agenda keagamaan serta budaya yang potensial menarik minat turis India.

Guna meningkatkan daya tarik di sekitar kawasan Prambanan, beragam acara terus digalakkan seperti Prambanan Shiwa Festival, Prambanan Jazz Festival, dan berbagai pergelaran budaya lainnya. 

Selain itu, Kementerian Pariwisata aktif menjalin kemitraan dengan beraneka pihak untuk menyusun paket wisata yang memikat, sekaligus memperkuat akses transportasi menuju wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Langkah konkret untuk mempermudah akses wisatawan dari India dan negara lainnya adalah dengan mendorong pembukaan penerbangan langsung menuju Yogyakarta International Airport (YIA). 

Kementerian Pariwisata tengah berkoordinasi dengan pemerintah India terkait rute baru ini, serta meminta Angkasa Pura memberikan insentif khusus berupa pembebasan biaya pendaratan dan parkir pesawat dalam jangka waktu tertentu. 

Perluasan konektivitas ini diharapkan dapat membuka peluang lebih lebar bagi peningkatan angka kunjungan turis, pertukaran aspek kebudayaan, aktivitas MICE, investasi, hingga pengembangan paket wisata bertema budaya, spiritual, kebugaran, dan warisan sejarah.

Di samping itu, Kementerian Pariwisata juga mengusulkan agar India masuk ke dalam daftar negara penerima skema Bebas Visa Kunjungan (BVK). Pengajuan ini sekarang tengah digodok di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Ekonomi Republik Indonesia.

“Melalui momentum kunjungan Perdana Menteri Modi, kami berharap dapat semakin memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia di mata wisatawan India dan komunitas internasional,” ujarnya.

Sebelum momentum ini, sinergi antara Indonesia dan India dalam berbagai bidang memang sudah terjalin erat. Salah satunya ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama pariwisata pada 8 Februari 2000 yang mencakup ranah penelitian, diklat, promosi, MICE, investasi, hingga kolaborasi sektor privat. 

Selanjutnya pada 30 Mei 2018, kedua negara sepakat membentuk Satuan Tugas Bersama demi membuka konektivitas antara Kepulauan Andaman dan Nicobar dengan provinsi-provinsi di Sumatera, yang terus ditindaklanjuti hingga 2020 melalui program promosi bersama dan pertukaran budaya.

Keharmonisan hubungan kedua negara juga diperkuat lewat forum multilateral, termasuk kemitraan ASEAN-India yang mendukung ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP). 

Data menunjukkan tren positif kunjungan turis India yang terus naik dari 606.439 pada 2023 menjadi 734.490 pada 2025. 

Sementara untuk tahun 2026, performa kunjungan dari Januari hingga Mei mencatat angka 298.450 kunjungan, atau mengalami pertumbuhan sebesar (+0.40 persen) dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya.

Terkini