Budi Gunadi Targetkan Temuan 37 Ribu Kasus Kusta Dipercepat

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:39:31 WIB
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. (Foto: NET)

JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menggenjot penemuan kasus kusta hingga mencapai angka 37 ribu kasus. 

Langkah ini dilakukan agar pasien bisa segera memperoleh penanganan medis dan mempercepat proses eliminasi penyakit tersebut di tingkat nasional.

"Kami ingin penemuannya, kan sekarang 14 ribu, kami ingin segera dinaikkan ke 37 ribuan karena estimasinya itu 37 ribu. Kalau yang ketemu cuma 14 ribu, sisanya kan nggak ketemu itu masih menularkan," kata Menkes Budi di Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Guna menstimulasi penemuan kasus di lapangan, Menkes Budi menyampaikan bahwa pihak kementerian bakal membagikan apresiasi bagi puskesmas yang mencatatkan penemuan kasus kusta terbanyak pada momen Hari Kesehatan di bulan November mendatang. 

Hadiah yang disiapkan meliputi uang tunai sebesar Rp100 juta untuk pemenang pertama, Rp75 juta bagi juara kedua, dan Rp50 juta bagi juara ketiga.

Di samping itu, sebagai bagian dari akselerasi pemutusan rantai penularan sekaligus menghapus stigma negatif masyarakat terhadap kusta, sejumlah kepala daerah turut membubuhkan tanda tangan dalam Komitmen Percepatan Eliminasi Kusta.

Menkes Budi memaparkan bahwa penyakit kusta mempunyai kemiripan dengan tuberkulosis (TB), di mana keduanya dipicu oleh bakteri dari genus yang sama, yaitu Mycobacterium. Ia menambahkan bahwa kusta juga sudah memiliki metode pengobatan yang efektif.

"Sama juga minum pil antibiotik. Ada yang 6 bulan, ada yang 12 bulan, sama seperti TBC. Kalau minum pasti sembuh, pasti sembuh. Nah kusta ini lebih mudahnya dari TBC apa? Menularnya lebih susah Bapak Ibu. Dan sekali minum obat, dia sudah tidak menular lagi," katanya.

Selanjutnya, ia menyebutkan bahwa pencegahan bagi orang-orang yang berinteraksi dekat dengan penderita kusta dapat dilakukan melalui konsumsi Rifampisin supaya terhindar dari penularan.

Ia menilai metode paling praktis menyembuhkan penyakit ini adalah dengan mengeliminasinya secara total. Terlebih, gejala awal untuk mendeteksi penyakit kusta ini tergolong sangat sederhana.

"Ada putih-putih sedikit ditusuk-tusuk gak kerasa, nah itu lah kusta," katanya.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Sasakawa Foundation atas kontribusi mereka dalam mendukung program eliminasi kusta di tanah air.

Pada momentum yang sama, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa program pemberantasan kusta wajib dijadikan agenda prioritas di tingkat regional.

Hal itu dikarenakan sektor kesehatan dan pendidikan merupakan pilar paling mendasar dalam membangun produktivitas demi menyokong pembangunan nasional.

Bagi Tito, penanganan kusta sebenarnya jauh lebih sederhana ketimbang penanggulangan pandemi COVID-19. Unsur krusial yang paling dinantikan saat ini hanyalah komitmen politik (political will) serta kesungguhan dari para pembuat kebijakan.

"Jadi bapak-bapak, ibu-ibu yang kepala daerah, teman-teman di daerah. Jangan mimpi bisa merubah daerahnya maju. Kalau seandainya SDM-nya, masyarakatnya nggak sehat dan nggak terdidik," katanya.

Oleh sebab itu, ia menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto menaruh atensi yang amat besar terhadap sektor kesehatan dan pendidikan, salah satunya lewat optimalisasi Sekolah Rakyat, fasilitas puskesmas, serta program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Terkini