Realisasi Naik, Kemenekraf Pacu Investasi dan Akses Pembiayaan

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:23:01 WIB
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar. (Foto: NET)

JAKARTA - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengimbau para investor untuk menanamkan modal mereka pada sektor ekonomi kreatif. 

Sektor tersebut dinilai mempunyai potensi perkembangan yang masif serta sangat layak untuk dijadikan sebagai kelas aset baru yang prospektif bagi para penanam modal global.

Ia menjelaskan bahwa Kemenekraf memiliki komitmen untuk memperkokoh infrastruktur finansial lewat sekuritas kekayaan intelektual pada sektor perbankan. 

Upaya ini dilakukan agar instrumen tersebut dapat menjadi standar penilaian baru bagi bank dalam mengukur aset kreatif sebagai jaminan pembiayaan.

“Langkah inovatif ini hadir untuk menciptakan alat ukur baru yang membantu perbankan menilai aset kreatif, baik yang sudah menghasilkan pendapatan maupun yang masih berupa hak cipta/desain baru, sehingga para pelaku industri kreatif kami mendapatkan akses pembiayaan yang lebih mudah untuk meningkatkan skala usahanya," kata Irene dalam pernyataan resmi, Jumat (10/7/2026).

Rasa optimis terhadap daya pikat kelas aset baru ini didukung oleh realisasi investasi pada sektor ekonomi kreatif di tanah air yang konsisten meningkat. 

Sampai triwulan ketiga tahun 2025, angka realisasi investasi di bidang ekonomi kreatif sudah menyentuh Rp132,04 triliun, atau berkisar 9 persen dari keseluruhan investasi nasional, sekaligus merealisasikan 97 persen dari target yang dicanangkan sepanjang tahun.

Di sisi lain, perkembangan Produk Domestik Bruto (PDB) pada sektor ekonomi kreatif pun memperlihatkan arah yang bagus dengan menyentuh angka 5,54 persen pada penghujung tahun 2025, di mana pencapaian tersebut sukses melewati target awal yang dipatok sebesar 5,3 persen.

Guna mempertahankan tren positif perkembangan ini, Kementerian Ekraf tidak hanya berkonsentrasi pada persoalan modal, melainkan juga bertindak taktis dalam membenahi kendala sistem pembayaran internasional untuk para pencipta karya lewat ekspansi implementasi QRIS di mancanegara.

Irene pun memaparkan bahwa pihaknya bakal konsisten memperkokoh akselerasi ekonomi kreatif lewat beragam kebijakan taktis. Kebijakan tersebut mencakup penguatan akses pendanaan serta investasi, pembinaan startup beserta ekosistem digital, hingga akselerasi transformasi pada ekonomi digital.

“Kami turut memanfaatkan teknologi mutakhir seperti kecerdasan buatan (AI) di sektor perbankan dan blockchain untuk melindungi hak cipta karya lokal sekaligus mempermudah produk kreatif Indonesia menembus pasar global," tutur Wamen Ekraf.

Ia menambahkan bahwa lewat keterlibatan di ajang Finance 2045 yang diinisiasi oleh Trescon Global, Kementerian Ekraf berharap sinergi dengan para pemodal global, institusi finansial, serta rekanan strategis dapat berjalan semakin solid. 

Dengan begitu, hal ini dapat membuka jaringan pendanaan yang semakin lebar bagi para penggiat ekonomi kreatif di Indonesia sekaligus memacu pertumbuhan sektor tersebut sebagai motor penggerak baru ekonomi nasional.

Terkini