Peringkat S&P Jadi Momentum Indonesia Pertahankan Kepercayaan Investor

Selasa, 14 Juli 2026 | 18:47:32 WIB
Kemenko Perekonomian: Rating S&P Momentum Jaga Kepercayaan Investor [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menilai langkah lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia merupakan momentum untuk terus memperkokoh kepercayaan investor terhadap perekonomian nasional.

“Ini mencerminkan trust yang diberikan oleh lembaga rating terhadap ketahanan ekonomi kami. Ini momentum yang perlu terus kami jaga,” kata Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian Ferry Irawan dalam Risk and Governance Summit (RGS) 2026 di Jakarta, Selasa.

Menurutnya, keputusan S&P mempertahankan peringkat Indonesia pada level layak investasi (investment grade) mencerminkan kepercayaan lembaga pemeringkat tersebut terhadap ketahanan ekonomi nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Ferry menyatakan bahwa pemerintah akan terus memperkuat tata kelola, transparansi, serta pendalaman pasar keuangan guna menjaga kredibilitas kelembagaan dan memberikan kepastian bagi pelaku usaha maupun investor.

"Tata kelola yang baik bukan sekadar masalah kepatuhan, tetapi fondasi yang memperkuat kredibilitas kelembagaan, memberikan kepastian bagi pelaku usaha dan investor, serta pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," ujarnya.

Ia menambahkan, berbagai lembaga internasional juga masih mempertahankan prospek positif terhadap ekonomi Indonesia. Dalam laporan World Economic Outlook edisi Juli 2026, Dana Moneter Internasional (IMF) tetap mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di level 5 persen pada 2026. 

Asian Development Bank (ADB) dalam laporan edisi Juli 2026 juga mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 di level 5,2 persen.

S&P Global Ratings dalam laporan bertajuk Indonesia Ratings Affirmed at 'BBB/A-2'; Outlook Stable yang dirilis pada 13 Juli 2026, mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek, dengan prospek stabil.

Keputusan tersebut membuat Indonesia tetap berada dalam kategori investment grade di tengah ketidakpastian ekonomi global. S&P memproyeksikan perekonomian Indonesia tumbuh sekitar 5 persen per tahun dalam dua hingga tiga tahun ke depan, dengan pertumbuhan riil sebesar 5,1 persen pada 2026 dan rata-rata 4,9 persen pada periode 2026–2029.

Kendati demikian, lembaga pemeringkat asal Amerika Serikat tersebut mengingatkan bahwa peringkat Indonesia berpotensi diturunkan apabila indikator fiskal maupun sektor eksternal memburuk secara berkelanjutan. Sebaliknya, peluang kenaikan peringkat tetap terbuka jika kinerja fiskal dan sektor eksternal menunjukkan perbaikan struktural.

Terkini