Kemensos Rawat Anak Penulis Naskah Proklamasi yang Sakit

Kamis, 16 Juli 2026 | 20:56:01 WIB
Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf. (Foto: NET)

JAKARTA - Pemerintah Indonesia lewat Kementerian Sosial menyediakan penanganan medis intensif serta menyediakan tempat tinggal sementara untuk Heru Baskoro (84). 

Pria paruh baya ini merupakan putra kandung dari Sayuti Melik, pahlawan nasional yang menulis naskah proklamasi kemerdekaan RI, yang kini menderita sakit setelah kembali dari Kanada.

Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf lewat pernyataan resminya di Jakarta, Kamis, menjelaskan bahwa pihak pemerintah segera mengambil tindakan cepat untuk mengevakuasi Heru beserta sang istri, Treyzia Noviani, ke Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi, Jawa Barat, begitu memperoleh kabar terkait keadaan kesehatan yang bersangkutan.

"Langsung kami kirim tim ke sana dan sekarang sudah kami bawa ke sentra milik Kemensos di Bekasi. Ya tentu akan direhabilitasi. Ada rehabilitasi medis, ada rehabilitasi yang lain yang mungkin dibutuhkan sesuai hasil asesmennya," kata dia.

Pihak Kemensos memverifikasi bahwa Heru bersama istrinya diketahui pernah tinggal secara mandiri dan menetap di Kanada sepanjang kurang lebih 21 tahun dengan status sebagai penduduk tetap (permanent resident).

Akan tetapi, kondisi perekonomian mereka berbalik drastis usai Heru mengidap penyakit gangguan penglihatan serius yang memerlukan biaya penyembuhan besar. 

Besarnya dana yang mesti dihabiskan demi memulihkan kesehatannya tersebut menyedot mayoritas tabungan rumah tangga mereka, sehingga ketika tiba lagi di Indonesia, pasangan suami istri ini mengalami masalah keuangan.

Menteri yang populer dengan sapaan Gus Ipul itu melengkapi bahwa selama menetap di STPL Bekasi, Heru dijamin memperoleh pengecekan kesehatan rutin serta asistensi sosial secara menyeluruh. 

Saat ini, Kemensos pun tengah mengidentifikasi keperluan mendasar, memvalidasi berkas administrasi kependudukan, serta melacak aset keluarga untuk menentukan program bantuan sosial jangka panjang yang sesuai.

Gus Ipul menekankan bahwa persoalan yang menimpa keluarga pahlawan nasional ini menjadi alarm pentingnya ketepatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang kini tengah dikebut Kemensos bersama instansi terkait atas instruksi Presiden Prabowo Subianto.

"Ini kembali lagi menyangkut data. Maka itulah, data menjadi sangat penting, dan satu tahun lebih ini atas arahan Bapak Presiden Prabowo, kami melakukan konsolidasi data," kata dia.

Ia mengutarakan komitmennya untuk membangun koordinasi yang kuat bersama pemerintah daerah beserta organisasi sosial demi menjamin pemenuhan keperluan pokok serta pemulihan kondisi putra Sayuti Melik itu bisa terlaksana secara maksimal sekaligus berkesinambungan.

Terkini