JAKARTA - Transformasi besar sedang berlangsung di Old Trafford. Di bawah asuhan Ruben Amorim, Manchester United mulai mengubah wajah permainan mereka dengan menerapkan skema 3-4-2-1 yang dianggap lebih segar dan sesuai dengan kebutuhan tim.
Namun, pembangunan proyek besar ini juga membuka kebutuhan baru: hadirnya sosok gelandang muda potensial. Dari sekian banyak nama yang beredar, Jobe Bellingham disebut menjadi target utama Setan Merah.
Menurut laporan BILD, Amorim menilai adik dari Jude Bellingham itu adalah potongan puzzle yang tepat untuk melengkapi rencananya. Meski baru berusia 19 tahun, potensi Jobe diyakini cukup besar untuk menjawab kebutuhan jangka panjang Manchester United di lini tengah.
Karier Singkat di Dortmund yang Belum Stabil
Jobe Bellingham sebenarnya baru bergabung dengan Borussia Dortmund pada musim panas lalu. Transfer itu bernilai sekitar 33 juta euro, setelah sebelumnya ia tampil impresif bersama Sunderland di Championship. Bahkan, Bellingham sempat membawa klub tersebut promosi ke Premier League sebelum akhirnya dipinang ke Bundesliga.
Sayangnya, masa awalnya di Jerman tidak berjalan mulus. Di bawah asuhan Niko Kovac, ia kesulitan menembus skuad utama. Dari delapan laga di semua ajang, Bellingham hanya mengoleksi 281 menit bermain, dengan tiga kali tampil sebagai starter — dua di Bundesliga dan satu di Liga Champions. Sejauh ini, ia belum mencatatkan gol maupun assist.
Minimnya kesempatan bermain mulai memunculkan pertanyaan soal masa depannya. Padahal, ia baru saja menandatangani kontrak jangka panjang selama lima tahun dengan Dortmund.
Kritik dari Dietmar Hamann
Situasi ini semakin disorot publik setelah legenda Jerman, Dietmar Hamann, memberikan pandangannya. Ia menilai ekspektasi besar yang dibebankan kepada Jobe belum terjawab sejauh ini.
“Satu-satunya kekhawatiran tampaknya adalah Jobe Bellingham. Muda, mahal, dan sejauh ini belum setengah sebagus Jude. Ini tidak akan mudah baginya,” kata Hamann.
Kritik tersebut menjadi tamparan keras sekaligus peringatan bahwa Bellingham masih harus bekerja ekstra keras untuk membuktikan diri. Namun, di sisi lain, kondisi ini juga membuka peluang bagi klub-klub lain untuk memanfaatkan situasi, termasuk Manchester United.
Kebutuhan Mendesak United di Lini Tengah
Manchester United sendiri punya alasan kuat mengincar gelandang baru. Casemiro sudah memasuki fase akhir kariernya, sementara Kobbie Mainoo dikabarkan mulai mempertimbangkan opsi hengkang karena jarang dimainkan.
Amorim sebelumnya fokus memperkuat lini depan dengan mendatangkan Benjamin Sesko, Matheus Cunha, dan Bryan Mbeumo di bursa transfer musim panas lalu. Namun kini, konsentrasi beralih ke sektor tengah. Tanpa regenerasi, United akan kesulitan menjaga kestabilan permainan mereka.
Di titik inilah nama Jobe Bellingham masuk radar. Amorim menilai profilnya cocok dengan filosofi United yang ingin membangun tim dengan kombinasi pemain muda berbakat dan pilar berpengalaman.
Persaingan dengan Crystal Palace
Meski begitu, jalan MU tidak sepenuhnya mulus. Crystal Palace juga disebut ikut memburu Bellingham. Klub berjuluk The Eagles itu tengah bersiap kehilangan Adam Wharton, yang sedang dilirik sejumlah raksasa Eropa termasuk Real Madrid.
Jika benar Wharton hengkang, Palace diprediksi akan bergerak cepat mencari pengganti. Nama Bellingham menjadi salah satu opsi utama. Persaingan ini jelas bisa memengaruhi keputusan sang pemain, mengingat Palace kemungkinan bisa menawarkan menit bermain lebih banyak dibanding Dortmund atau bahkan United.
Momen Penting Bagi Bellingham
Situasi yang dihadapi Jobe Bellingham bisa menjadi titik balik dalam kariernya. Di satu sisi, ia masih harus bersaing ketat untuk membuktikan kualitasnya di Dortmund. Di sisi lain, peluang pindah ke Premier League kembali terbuka, dengan klub sebesar Manchester United yang meminatinya.
Jika benar bergabung dengan United, Bellingham akan menjadi bagian dari proyek besar Amorim di Old Trafford. Tantangannya tentu tidak ringan, namun kesempatan berkembang di salah satu panggung terbesar dunia bisa mengangkat kariernya ke level baru.
Manchester United sedang berada di fase pembangunan ulang. Ruben Amorim ingin membentuk tim yang lebih modern dengan skema 3-4-2-1. Untuk itu, hadirnya gelandang muda potensial seperti Jobe Bellingham dianggap sebagai kunci penting.
Walau masih berusia 19 tahun dan belum konsisten di Dortmund, Bellingham punya bakat besar serta pengalaman berharga di Inggris. Kritik yang ia terima bisa menjadi cambuk untuk bangkit, sementara minat dari MU memberi isyarat bahwa ia tetap dipandang bernilai tinggi di kancah sepak bola Eropa.
Persaingan dengan Crystal Palace membuat saga transfer ini semakin menarik. Namun yang jelas, bila United benar-benar serius, Jobe Bellingham bisa jadi pondasi penting dalam membangun era baru di Old Trafford.