JAKARTA - Anggota Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (Banggar DPR), Dolfie Othniel Fredric, mengusulkan agar Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara diberikan target kontribusi terhadap kinerja investasi yang menjadi komponen pendorong pertumbuhan ekonomi.
Usulan ini muncul lantaran dalam Rancangan Anggaran Pembiayaan Belanja Negara (RAPBN) 2027, pemerintah menargetkan total kontribusi investasi sebesar Rp8.666 triliun hingga Rp8.743 triliun, namun tidak mencantumkan sumber investasi dari Danantara secara eksplisit.
"Di manakah BPI Danantara kontribusinya? harus dicantumkan, Danantara ini kan melakukan investasi. Berkontribusi enggak terhadap pertumbuhan ekonomi? Sehingga saya mengusulkan untuk dimasukkan juga sebagai salah satu kebijakan dalam mencapai sasaran pertumbuhan ekonomi maka investasi diperkuat dengan kontribusi BPI Danantara," kata Dolfie dalam rapat Banggar bersama pemerintah, Rabu (17/6/2026).
Dolfie menekankan bahwa langkah ini krusial untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.
Ia menilai janggal apabila dana besar yang dikelola Danantara tidak dimasukkan dalam skenario pertumbuhan ekonomi nasional, sementara dana internal masyarakat justru dihitung sebagai komponen pendukung.
Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Harian (Plh) Direktur Jenderal Stabilitas Ekonomi dan Fiskal (DJSEF), Ferry Ardiyanto, menjelaskan bahwa kontribusi Danantara sejatinya sudah terakomodasi dalam tabel sumber pembiayaan investasi BUMN.
"Dan memang di situ ada kontribusi dari Danantara karena kontributor investasi ini dapat dari pemerintah, kemudian dari BUMN Danantara dan juga dari swasta," ujarnya.
Pemerintah membagi proyeksi sumber kontribusi investasi tahun 2027 menjadi tiga kategori utama, yaitu:
Investasi Pemerintah: Rp417,85 triliun - Rp499,74 triliun (share 4,82%).
Investasi BUMN (termasuk Danantara): Rp309,71 triliun - Rp350,17 triliun (share 3,57%).
Investasi Swasta/Masyarakat: Terdiri dari kredit perbankan, penerbitan saham, obligasi korporasi, dan dana internal masyarakat dengan total share mencapai 91,61% atau senilai Rp6.751,71 triliun - Rp6.492,89 triliun.
Secara keseluruhan, total target investasi tahun 2027 ditetapkan dalam rentang Rp8.666,60 triliun hingga Rp8.743,45 triliun.