JAKARTA - Dalam memasarkan sebuah barang, kemasan memegang peranan krusial sebagai penentu minat beli konsumen. Tampilan yang memikat akan memancing keinginan calon pembeli, sementara kemasan yang kurang estetis cenderung akan diabaikan oleh pasar.
Merujuk pada laman umkm.go.id, kemasan tidak sekadar berfungsi sebagai pelindung produk. Kemasan juga berperan sebagai instrumen untuk menarik perhatian serta meningkatkan kepercayaan pelanggan. Penggunaan kemasan yang efektif dan tepat dapat memacu peningkatan penjualan bagi pelaku UMKM.
Prinsip tersebut sayangnya kerap luput dari perhatian. Banyak pelaku UMKM yang kurang serius dalam merancang kemasan hingga terkesan dibuat asal-asalan. Oleh karena itu, terdapat sejumlah kesalahan fatal yang perlu dihindari saat proses mendesain kemasan:
Terlalu Ramai (Overdesign) Untuk menghasilkan desain yang efektif, sebaiknya gunakan konsep sederhana tanpa kesan ramai atau rumit. Gunakan maksimal 2-3 warna utama, 1-2 jenis font, serta prioritaskan informasi krusial.
Pebisnis UMKM sering lupa bahwa kemasan juga berfungsi sebagai media komunikasi. "UMKM hanya punya waktu empat hingga lima detik untuk menarik hati konsumen."
Tidak Menunjukkan Identitas Produk dengan Cepat Dalam merancang desain, pelaku usaha harus mampu menampilkan identitas produk secara instan. Hanya dengan sekali lihat, konsumen seharusnya bisa langsung mengenali jenis produk, varian rasa, serta keunggulannya.
Masalah yang sering muncul adalah penggunaan foto yang tidak relevan, informasi yang kabur, hingga desain yang terlalu abstrak sehingga produk sulit diidentifikasi.
Tidak Menampilkan Informasi Penting Desain kemasan yang mumpuni harus memuat informasi utama produk dengan tipografi yang jelas dan mudah dibaca.
Beberapa detail penting yang wajib dicantumkan meliputi tanggal kedaluwarsa, label halal, serta izin edar. Pebisnis UMKM juga perlu menyertakan kontak dan alamat media sosial.
Kualitas Visual Rendah Kualitas visual yang buruk akan membuat konsumen berasumsi bahwa produk tersebut murahan dan tidak kredibel. Oleh karena itu, pastikan menggunakan file desain beresolusi tinggi serta memanfaatkan mockup maupun template yang profesional.
Tidak Mempertimbangkan Target Pasar Sebelum eksekusi desain, tentukanlah segmen pasar yang disasar. Ketahui siapa calon pembeli produk Anda.
Jika targetnya adalah anak muda, sesuaikan tampilannya dengan selera mereka. Sebaliknya, jika menyasar kalangan menengah atas, pastikan desain terlihat premium dan hindari kesan murahan.