JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) menyampaikan bahwa teknik deteksi cepat untuk penyakit surra yang diciptakan oleh Balai Veteriner Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), saat ini tengah diproduksi dalam skala besar. Langkah ini diambil guna menunjang penguatan dalam pengendalian penyakit pada hewan di berbagai wilayah.
“Teknik deteksi cepat penyakit surra dikembangkan oleh Balai Veteriner Banjarbaru, sedangkan produksi massal dilakukan oleh Pusat Veteriner Farma Surabaya yang mendapat mandat sebagai badan layanan umum untuk memproduksi inovasi tersebut,” kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan RI Agung Suganda pada kunjungan kerja spesifik Komisi IV DPR RI dalam rangka mitigasi El Nino, di Banjarbaru, Jumat (3/7/2026).
Agung Suganda memaparkan bahwa Balai Veteriner Banjarbaru mengemban tugas untuk menjalankan pemantauan sekaligus pengidentifikasian penyakit hewan, melakukan pengujian pada produk hewan, hingga menguatkan teknik identifikasi serta diagnosis penyakit hewan di lima wilayah provinsi, meliputi Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.
“Balai Veteriner Banjarbaru yang dibangun sejak 1978 telah direnovasi melalui proyek Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada 2024. Kini Balai Veteriner Banjarbaru telah memiliki 10 laboratorium dengan standar manajemen mutu dan layanan publik berbasis ISO maupun SNI,” katanya pula.
Bukan hanya itu, Balai Veteriner Banjarbaru juga ditetapkan menjadi laboratorium rujukan untuk penyakit surra, yang dikategorikan sebagai salah satu jenis penyakit hewan menular strategis yang penting.
Agung Suganda menyebutkan bahwa peran vital tersebut ikut menopang pengembangan teknik diagnosis penyakit hewan, termasuk di dalamnya inovasi pendeteksian cepat penyakit surra yang sekarang sudah diproduksi secara massal.
“Balai Veteriner Banjarbaru merupakan satu-satunya unit pelaksana teknis Balai Veteriner Kementerian Pertanian di regional Kalimantan,” ujar Agung.
Untuk cakupan nasional, Kementerian Pertanian mempunyai tiga UPT Balai Veteriner yang tersebar di Sumatera, empat unit di Jawa, satu unit di Sulawesi, satu unit di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, satu unit di Papua dengan lokasi di Jayapura, serta satu unit di area Kalimantan.