AS Sanksi BitBank, Exchange Kripto Iran yang Danai Garda Revolusi

Jumat, 18 September 2026 | 13:53:00 WIB

INVESTASIMEDIA.COM — Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap BitBank, bursa kripto asal Teheran yang dituduh mengalirkan ratusan juta dolar dalam bentuk Bitcoin ke Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC). Sanksi ini juga menyasar pembayaran yang dipungut dari kapal-kapal tanker yang membeli "jalur aman" di Selat Hormuz.

Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri (OFAC) di bawah Departemen Keuangan AS menetapkan BitBank sebagai entitas yang dilarang bertransaksi dengan warga dan perusahaan Amerika. Bursa kripto yang berdiri pada 2024 itu disebut menjadi saluran dana bagi IRGC, cabang angkatan bersenjata Iran yang menguasai sebagian besar ekonomi negara tersebut.

Sanksi yang diumumkan Kamis (waktu setempat) itu juga menjerat Pishtaz Simorgh Electronic Trade Company, perusahaan perangkat lunak yang membangun platform BitBank. OFAC menuduh kedua entitas ini memindahkan ratusan juta dolar dalam Bitcoin ke IRGC sejak Juni tahun ini.

Dari "Asuransi Jalur Aman" ke Dompet Kripto

Iran sepanjang tahun ini memungut biaya antara USD 1 juta hingga USD 2 juta dari setiap tanker yang melintasi Selat Hormuz. Biaya itu dikutip melalui Hormuz Safe Marine Services Authority, lembaga yang menjual jasa "asuransi jalur aman" bagi kapal-kapal yang melintas.

Otoritas tersebut mulai menggunakan BitBank untuk meneruskan dana yang terkumpul kepada entitas-entitas rezim. Hormuz Safe Marine Services Authority sendiri telah lebih dulu dikenai sanksi pada 29 Juli lalu.

HormuzSafe dikembangkan oleh Kementerian Ekonomi Iran dan menawarkan layanan asuransi, pengaturan lalu lintas kapal, hingga respons darurat bagi vessel yang membayar. Sejumlah pengacara pelayaran menilai praktik ini melanggar hak lintas transit berdasarkan Hukum Laut Internasional.

Ancaman Sanksi Sekunder bagi Institusi Asing

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan bahwa upaya pembiayaan rezim Iran melalui mata uang kripto tidak akan luput dari jangkauan OFAC. "Penetapan sanksi terhadap infrastruktur aset digital Iran hari ini memperjelas bahwa upaya membiayai rezim Iran menggunakan mata uang kripto tidak berada di luar jangkauan OFAC," ujarnya.

Penetapan sanksi ini membekukan properti BitBank yang berada di yurisdiksi AS dan melarang warga Amerika bertransaksi dengannya. Namun klausul yang lebih berat adalah label sanksi sekunder yang melekat pada setiap nama dalam aksi tersebut.

Dampaknya meluas ke perusahaan asing. Bursa di Dubai atau bank di Istanbul yang memproses aliran dana BitBank bisa ikut terputus dari sistem keuangan AS, meski tidak ada warga Amerika yang terlibat dalam transaksi tersebut.

Bagi platform offshore yang melayani pengguna Iran, ancaman utamanya adalah kehilangan akses dolar, bukan menghadapi pengadilan AS.

Tanpa Alamat Dompet, Celah Pengawasan

Aksi OFAC kali ini tidak menyertakan satu pun alamat dompet kripto. Padahal dalam penetapan sanksi kripto sebelumnya, OFAC biasa menerbitkan alamat Bitcoin dan Tron yang bisa langsung dimuat tim kepatuhan ke perangkat lunak penyaringan.

Sebagai perbandingan, saat menetapkan sanksi terhadap Zedcex pada Januari lalu, OFAC mempublikasikan tujuh alamat dompet Tron. Tanpa alamat dompet, kemampuan bursa dan bank untuk memblokir transaksi BitBank secara otomatis menjadi terbatas.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur pelayaran minyak paling strategis di dunia. Setiap gangguan di kawasan ini berdampak langsung pada harga minyak global, termasuk yang dijual ke pasar Asia dan Indonesia.

Terkini