INVESTASIMEDIA.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa berkekuatan magnitudo 5,1 pada Rabu (16/9/2026) pukul 15.37 WIB. Pusat gempa berada di koordinat 14,37 Lintang Utara dan 146,82 Bujur Timur, sekitar 2.001 kilometer utara Kota Jayapura, Papua, pada kedalaman 120 kilometer. BMKG menegaskan parameter yang dirilis masih bersifat awal dan dapat berubah seiring penambahan data.
Parameter Awal dan Sifat Data yang Belum Stabil
BMKG merilis informasi gempa ini dengan mengutamakan kecepatan penyampaian kepada masyarakat. Karena itu, hasil pengolahan data masih dapat mengalami perubahan seiring bertambahnya data yang diperoleh.
"Info Gempa Mag:5.1, 16-Sep-26 15:37:13 WIB, Lok: 14.37 LU - 146.82 BT (2001 km Utara KOTA-JAYAPURA-PAPUA), Kedlmn: 120 km," tulis BMKG dalam keterangan resminya.
Lembaga itu juga menyertakan catatan bahwa parameter yang disampaikan merupakan hasil pengolahan awal. "Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," tulis BMKG.
Mengapa Jarak Pusat Gempa Penting Dibaca
Jarak 2.001 kilometer dari Kota Jayapura membuat pusat gempa tidak berada di wilayah daratan Papua. Kedalaman 120 kilometer juga menempatkan titik gempa di lapisan batuan yang relatif dalam. Kombinasi kedua faktor itu menjadi konteks utama dalam membaca laporan BMKG kali ini.
BMKG belum merilis informasi mengenai dampak guncangan di permukaan, korban, maupun kerusakan bangunan. Laporan yang ada masih terbatas pada parameter pusat gempa, kedalaman, dan waktu kejadian.
Wilayah Utara Papua dan Aktivitas Seismik
Kawasan utara Papua berada di zona pertemuan lempeng yang aktif. Aktivitas gempa di wilayah ini menjadi perhatian karena posisinya berdekatan dengan jalur tumbukan lempeng Pasifik dan Indo-Australia. Pencatatan gempa dengan pusat jauh di utara daratan Papua bukan hal baru bagi BMKG.
Masyarakat diminta mengikuti pembaruan resmi dari BMKG untuk mendapatkan parameter yang sudah stabil. Informasi awal yang beredar sebelum pembaruan bisa berbeda dari hasil akhir pengolahan data.
Langkah yang Disarankan Setelah Informasi Awal
BMKG menekankan pentingnya verifikasi data sebelum menyimpulkan skala dampak sebuah gempa. Pembaruan parameter biasanya dirilis setelah data dari jaringan sensor bertambah lengkap.
Warga di wilayah terdampak maupun yang merasakan guncangan dapat memantau kanal resmi BMKG. Laporan resmi berikutnya akan memuat parameter yang telah diperbarui, termasuk kemungkinan penyesuaian magnitudo, kedalaman, maupun lokasi pusat gempa.