Demi Tiket Australian Open, Janice Tjen Rela Lewatkan Asian Games

Demi Tiket Australian Open, Janice Tjen Rela Lewatkan Asian Games
petenis putri andalan Indonesia, Janice Tjen [FOTO: NET].

JAKARTA - Teka-teki seputar absennya petenis putri andalan Indonesia, Janice Tjen, dari ajang multi-olahraga Asian Games 2026 Aichi-Nagoya akhirnya terjawab. Menanggapi tanda tanya besar di tengah masyarakat, Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan langkah terukur guna melindungi peringkat dunia sang atlet demi mengamankan tiket tampil di turnamen akbar Australian Open 2027.

Sekretaris Jenderal PP Pelti, Andi Fajar, menerangkan bahwa pengumpulan pundi-pundi angka menjadi elemen krusial bagi Janice saat ini agar posisinya tetap berada di zona aman turnamen Grand Slam wilayah Australia tersebut.

"Ini bagian dari program supaya Janice itu tetap bisa masuk ke Melbourne Australian Open. Dia harus menjaga poinnya sekarang," kata Andi, Rabu (16/9/2026).

Langkah penarikan diri ini tidak diputuskan secara sembarangan, melainkan melalui koordinasi panjang bersama pihak Federasi Tenis Internasional (ITF) dan Asosiasi Tenis Wanita (WTA) yang sudah berjalan sejak awal tahun. Pihak federasi nasional bahkan telah melayangkan permohonan resmi agar poin sang petenis tidak hangus apabila memilih membela negara di ajang Asia.

"Kami sudah mengirim resmi meminta, bisa tidak ada kebijakan dari WTA terkait zero point dalam tenis." "Maksudnya kalau Janice ikut Asian Games, boleh tidak poinnya dia tidak turun," tambah Sekjen PP Pelti itu.

Kendati demikian, otoritas tenis wanita global menolak memberikan kebijakan khusus terkait poin, dan hanya memberikan kelonggaran berupa pembebasan dari sanksi penalti finansial ketidakhadiran.

"Yang bisa diberikan itu hanya keringanan penalti. Jadi Janice harus mempertahankan poin dia sekarang," tegas Andi Fajar.

Bahkan, pihak Pelti sempat menyatakan kesanggupannya untuk menanggung seluruh denda finansial demi mengakalinya, namun aturan pengurangan poin tetap tidak bisa ditawar.

"Kami juga mau bayar. Pelti siap bayar. Kami sudah sampaikan ke WTA, kami akan membayar denda. Tapi tidak ada hubungannya dengan zero point itu," jelas Andi.

Secara matematis, terdapat sekitar 405 poin yang wajib dipertahankan oleh Janice hingga penghujung Desember 2026 demi menghindari hambatan menuju panggung Grand Slam.

"Yang menjadi persoalan kalau Janice absen di WTA 1000 Beijing itu akan ada potensi untuk tidak bisa masuk Melbourne Australian Open. Karena poinnya harus dipertahankan," terang Andi Fajar.

Menanggapi perbandingan dengan petenis Filipina, Alexandra Eala, yang tetap ambil bagian di Asian Games meski terkena penalti, pihak federasi menjelaskan bahwa perolehan poin sang rival sudah berada di zona aman sepanjang musim ini. Terlebih lagi, absennya atlet top di ajang regional merupakan hal lumrah demi prioritas kalender, mengingat sejumlah bintang dunia seperti Naomi Osaka dan Elena Rybakina turut mengambil langkah serupa.

"Jadi ini bukan cuma Janice. Ada enam pemain top WTA dunia yang tidak bermain," pungkasnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index