KAI Tambah 4 Jadwal KRL Bogor Line, Frekuensi Normal 1.065 Perjalanan

Minggu, 20 September 2026 | 05:03:00 WIB
KAI Tambah 4 Jadwal KRL Bogor Line, Frekuensi Normal 1.065 Perjalanan

INVESTASIMEDIA.COM — PT KAI Commuter menambah empat jadwal perjalanan KRL lintas Bogor mulai Senin, 21 September 2026, setelah satu rangkaian kereta iE305 selesai menjalani perawatan. Penambahan ini mengembalikan frekuensi operasional seluruh lintas ke angka normal 1.065 perjalanan per hari.

Dengan tambahan tersebut, total frekuensi operasional di seluruh lintas kembali normal ke 1.065 perjalanan per hari. Sebelumnya, jumlah perjalanan sempat berkurang menjadi 1.061 sejak 10 September lalu.

Lintas Terpadat dengan 492 Ribu Penumpang Harian

Lintas Bogor merupakan jalur terpadat dengan catatan harian lebih dari 492 ribu penumpang sebelum pemeliharaan kereta berlangsung. Selama masa perawatan, volume penumpang harian merosot hingga 10,6 persen ke rata-rata 440 ribu orang per hari.

Lewat rekayasa pola operasi dan selesainya perawatan satu trainset, volume angkutan berangsur pulih ke angka 454 ribu penumpang. KAI Commuter menargetkan angkutan kembali optimal seiring tuntasnya sisa enam rangkaian kereta lainnya secara bertahap hingga awal Oktober 2026.

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 334,5 Kg Emas

Kementerian Keuangan mencatat kinerja pengawasan komoditas bernilai tinggi melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Hingga 14 September 2026, DJBC melakukan penindakan hukum sebanyak 74 kali dengan total barang bukti emas yang disita mencapai 334,5 kilogram.

Upaya penyelundupan itu mencakup berbagai instrumen fisik, mulai dari emas batangan, perhiasan, hingga serbuk emas yang hendak diekspor secara ilegal. Modus ini dipakai untuk menghindari kewajiban kepabeanan sekaligus mengamankan penerimaan negara.

Khusus sepanjang September 2026, operasi penindakan intensif di empat bandara internasional utama berhasil mengamankan lebih dari 29 kilogram emas. Keempat bandara tersebut adalah Kualanamu, Soekarno-Hatta, I Gusti Ngurah Rai, dan Sam Ratulangi.

Nilai taksiran barang bukti dari operasi bandara ini diestimasi mencapai Rp 73,3 miliar. Melalui penggagalan penyelundupan tersebut, Bea Cukai menyelamatkan potensi kerugian negara dari sektor penerimaan yang hilang sebesar Rp 8,5 miliar.

Pengawasan Berbasis Intelijen

DJBC memperkuat instrumen pengawasan berbasis analisis intelijen untuk mengimbangi modus penyelundupan yang kian dinamis. Langkah ini menjadi kunci menjaga penerimaan negara dari komoditas bernilai tinggi seperti emas.

Bagi penumpang KRL, normalisasi jadwal lintas Bogor berarti waktu tunggu kembali seperti semula. Sementara bagi pelaku usaha ekspor-impor, pengetatan pengawasan emas menjadi sinyal bahwa celah kepabeanan terus dipersempit.

Terkini