Kemenkeu Finalisasi Ambil Alih 60 Persen Saham KCIC, Utang Whoosh Tak Bebani APBN

Kemenkeu Finalisasi Ambil Alih 60 Persen Saham KCIC, Utang Whoosh Tak Bebani APBN

INVESTASIMEDIA.COM — Kementerian Keuangan tengah memfinalisasi pengalihan 60 persen saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), lengkap dengan penghitungan valuasinya. Langkah ini menjadi bagian dari skema penyelesaian kewajiban utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh yang dipastikan tidak membebani APBN secara langsung.

Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu, Evita Manthovani, menyatakan proses pengalihan saham PSBI ke pemerintah masih dalam tahap finalisasi. Pemerintah juga telah menetapkan skema penanganan kewajiban utang proyek Whoosh.

"Pengalihan saham PT PSBI ke pemerintah melalui Kementerian Keuangan saat ini masih dalam proses finalisasi," ujar Evita dalam Konferensi Pers APBN KiTa, Jumat (18/9/2026).

Evita menegaskan skema penyelesaian utang tersebut dirancang agar tidak melibatkan APBN secara langsung. Pemerintah ingin memastikan seluruh kewajiban PSBI tertangani tanpa membebani anggaran negara.

Peta Jalan Pengalihan Saham dan Valuasi

Kemenkeu memetakan sejumlah aspek sebelum pengalihan berjalan, mulai dari finansial, bisnis, operasional, hingga hukum. Uji tuntas atau due diligence dan penghitungan valuasi nilai saham PSBI tengah dilakukan.

Selain itu, Kemenkeu menyusun Rancangan Peraturan Presiden (Perpres) sebagai payung hukum pengalihan. Koordinasi berjalan erat bersama Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) dan Badan Pengelola Investasi Danantara.

"Agar pengalihan nantinya berjalan terencana, tepat, dan operasional, kami melakukan pemetaan di beberapa aspek, mulai dari finansial, bisnis, operasional, hingga hukum," lanjut Evita.

Danantara Pastikan Proses Tetap Jalan

CEO Danantara, Rosan Roeslani, memastikan penyelesaian pengalihan utang Whoosh ke Kemenkeu tetap berjalan sesuai rencana. Transisi kepemimpinan Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa ke Suahasil Nazara tidak mengganggu program lintas kementerian yang sedang berjalan.

"Saya rasa tidak ada masalah dengan adanya pergantian ini. Tadi saya sempat berbicara dengan Pak Suahasil, semua program yang sedang berjalan (outstanding) akan segera kami bahas bersama," ungkap Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (14/9/2026).

Rosan menjadwalkan pertemuan dengan Menkeu baru pada pekan ini, antara Kamis atau Jumat, untuk membahas tindak lanjut pengalihan utang. Pihaknya menargetkan seluruh proses rampung dalam waktu dekat.

"Tim langsung bekerja. Mudah-mudahan minggu ini semuanya bisa beres," tegas Rosan.

Dampak ke Masyarakat dan Pengguna Whoosh

Pengambilalihan saham PSBI membuat pemerintah memegang kendali penuh atas 60 persen kepemilikan KCIC. Konsorsium perusahaan asal Tiongkok tetap memegang 40 persen saham sisanya.

Bagi penumpang Whoosh, kepastian skema utang ini menjaga keberlanjutan operasional kereta cepat. Tarif dan layanan tidak terpengaruh langsung oleh proses pengalihan yang sedang berjalan.

Yang lebih penting, masyarakat tidak perlu menanggung beban utang proyek melalui anggaran negara. Pemerintah memilih menyelesaikan kewajiban PSBI lewat skema korporasi, bukan subsidi APBN.

Finalisasi pengalihan saham KCIC menjadi ujian bagi pemerintah dalam menata pembiayaan proyek infrastruktur strategis. Jika rampung sesuai jadwal, skema ini bisa jadi rujukan penanganan utang proyek kereta cepat lain di masa depan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index